(Taiwan, ROC) – Presiden Nauru, Russ Joseph Kun pada Kamis (21/9) memuji Taiwan sebagai contoh model dalam pengendalian penyakit dan mengucapkan terima kasih atas dukungan Taiwan terhadap sistem kesehatan Nauru, serta mendorong sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memasukkan Taiwan. Presiden Nauru adalah kepala negara terbaru yang mendukung Taiwan dalam Debat Umum PBB ke-78.
Dalam pidatonya, Presiden Russ Joseph Kun menyebutkan visi pembangunan berkelanjutan, penanggulangan penyakit menular seperti COVID-19 dan mengucapkan terima kasih kepada mitra-mitra yang membantunya, termasuk Taiwan.
Dirinya menghargai dukungan dan bantuan Taiwan dalam sistem kesehatan Nauru, serta menganggap Taiwan sebagai contoh dalam penanganan dan pengendalian penyakit. “Kami menghimbau untuk mengakui bahwa mereka memiliki hak untuk berpartisipasi terkait isu ini dan dalam pelaksanaan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, serta berinteraksi dengan kita semua.
“Tidak mengabaikan siapa pun”, lanjut Russ Joseph Kun.
Presiden Russ Joseph Kun mulai menjabat sebagai Presiden Nauru pada akhir September tahun lalu, dan setelah sekitar satu bulan kemudian dirinya pun memimpin delegasi untuk melakukan kunjungan ke Taiwan. Selama kunjungannya, dirinya berulang kali menegaskan hubungan persahabatan yang kuat antara Nauru dan Taiwan, serta mengucapkan terima kasih atas dukungan Taiwan dalam mempromosikan proyek kerja sama bilateral di Nauru. Selain itu, dirinya juga mengundang Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) untuk mengunjungi Nauru lagi, yang akan menjadi kunjungan kedua bagi Presiden Tsai setelah tahun 2019, dalam upaya untuk memperkuat hubungan antara kedua negara di Samudra Pasifik Selatan.
Nauru adalah satu-satunya negara mitra Republik Tiongkok (Taiwan) yang berbicara dalam Debat Umum PBB ke-78 pada hari ketiga.
Selama tiga hari pertama debat, negara-negara mitra seperti Guatemala, Paraguay, Palau, Eswatini, dan Kepulauan Marshall juga menyatakan dukungan mereka terhadap partisipasi Taiwan dalam PBB. Pada hari berikutnya, negara-negara yang akan berbicara termasuk Saint Lucia, Tuvalu, dan Haiti.