(Taiwan, ROC) --- Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Chou Ta-Kuan baru-baru ini mengumumkan penerima "The 26th Fervent Global Love of Lives Awardees" untuk tahun 2023, dengan total 21 penerima dari 14 negara termasuk Somaliland dan Serbia.
Pada tanggal 20 September 2023, penerima penghargaan beserta anggota keluarga mereka mendatangi Istana Kepresidenan untuk bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文).
Di samping itu, pertemuan pada hari ini juga didampingi beberapa petinggi Taiwan, meliputi anggota legislator Chen Ching-min (陳靜敏), Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Chou Jih-haw (周志浩), dan perwakilan Somaliland di Taiwan, Mohamed Omar Hagi Mohamoud.
Dalam pidatonya, Kepala Negara pertama-tama mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Chou Ta-Kuan yang setiap tahunnya menyelenggarakan " Fervent Global Love of Lives Awardees".
Beliau juga mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan dan mengharapkan kisah-kisah yang penuh semangat terhadap kehidupan ini dapat diceritakan kepada lebih banyak orang, serta mampu memberikan inspirasi dan semangat bagi masyarakat.
Presiden Tsai mengatakan, “Seperti 21 penerima tahun ini yang telah mengatasi banyak kesulitan dan hambatan, tidak hanya mencapai prestasi pribadi tetapi juga filosofi yang mereka promosikan telah menghadirkan perubahan bagi masyarakat. Mari kita bersama-sama terus berjuang, melanjutkan semangat anak-anak Chou Ta-Kuan, menyebarkan keberanian, harapan, dan cinta ke setiap penjuru dunia.”
Kepala Negara kemudian menyoroti beberapa nama pemenang, termasuk Edna Adan Ismail dari Somaliland yang meskipun telah mengalami penganiayaan secara politik, dengan tekadnya yang kuat, ia berhasil menjadi bidan bersertifikat pertama di Afrika.
Edna Adan Ismail kemudian berkomitmen untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak, serta telah berhasil mengubah takdir banyak orang.
Presiden Tsai kemudian menyebut Madeline Stuart dari Australia, yang merupakan model down syndrome pertama di dunia. Ia juga berhasil menciptakan merek pakaian sendiri serta mendirikan sekolah menari. Semangat dan daya juangnya telah melampaui batasan konvensional kecantikan dan estetika.
Presiden Tsai menyampaikan, David Reyes dari El Salvador mendirikan organisasi nirlaba yang mendorong lebih banyak penyandang disabilitas untuk bersekolah dan mendapatkan perawatan medis.
Sebagai anggota parlemen, dia juga aktif mendorong legislasi domestik untuk Konvensi Hak-hak Penyandang Disabilitas Internasional dan merupakan pelopor penting dalam gerakan memperjuangkan para penyandang disabilitas di kawasan Amerika Latin.
Sedangkan Ganesh Viththalbhai Baraiya dari India, seorang penderita Dwarfism (jenis kelainan pertumbuhan tulang yang menyebabkan tubuh manusia menjadi kerdil), pernah mengalami diskriminasi karena tingginya yang kurang memadai sehingga tidak dapat melanjutkan pendidikan di fakultas kedokteran.
Namun, berkat dukungan dari mentor dan bantuan seorang pengacara HAM, dia berhasil mengajukan banding hingga ke Mahkamah Agung India. Prosesnya dalam mengatasi diskriminasi ini kemudian menginspirasi banyak orang.
Presiden Tsai menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pemenang yang sudah datang dari lokasi yang cukup jauh, untuk kemudian berbagi kisah dan merayakan penghargaan ini.
Dia menyebutkan bahwa kisah hidup Chou Ta-Kuan sarat dengan semangat dan keberanian yang menginspirasi. Presiden Tsai secara khusus mendorong semua pihak untuk menghadapi tantangan hidup dengan sikap berani, proaktif, dan optimis, untuk mencapai prestasi yang gemilang.