(Taiwan, ROC) --- Menanggapi perkembangan situasi terbaru di sekitar Selat Taiwan, Kementerian Pertahanan Nasional (MND) menerbitkan "Laporan Pertahanan Tahun 2023".
Laporan ini secara tegas menyoroti dampak persaingan strategis AS dengan Tiongkok terhadap dinamika di kawasan Indo-Pasifik, serta ekspansi militer Tiongkok yang sering-kali melakukan gangguan di area yang kurang jelas batasannya, meningkatkan tantangan terhadap keseimbangan regional.
Laporan ini juga menegaskan upaya Tiongkok yang melancarkan strategi dalam menghadapi Taiwan dengan pendekatan "perang hibrida".
Di samping aktivitas militer yang semakin sering terlihat, di ranah politik, Tiongkok juga melancarkan strategi propaganda mereka, baik melalui partai, pemerintah, dan militer, guna mempengaruhi opini publik di Taiwan, atau melancarkan serangan secara psikologis dan kognitif.
Pada tanggal 13 September 2023, juru Bicara MND, Sun Li-fang (孫立方), menekankan bahwa bentuk perang kognitif dari Tiongkok terus berkembang.
Sun Li-fang mengatakan, “Evolusi perang kognitif saat ini tidak hanya terbatas pada disinformasi atau pertempuran narasi. Dari yang kami amati, perang kognitif telah menggabungkan serangan dengan metode pertahanan, baik yang terlihat maupun tidak terlihat. Ancaman perang kognitif tersebut sebenarnya saling berkaitan. Dan dalam perang kognitif, dampaknya bisa dimulai sebelum aksi fisik dan berlanjut setelah aksi tersebut berakhir."
Mengenai banyaknya kasus spionase yang diberitakan terjadi di sektor militer, apakah ini juga berkaitan dengan upaya perang kognitif Tiongkok terhadap Taiwan?
Menanggapi hal di atas, MND menjelaskan, perang kognitif Tiongkok menyusup masuk ke berbagai aspek. Oleh karena itu, MND telah menyusun dua materi pendidikan pertahanan, yaitu "Bermula dari Militer" dan "Mobilisasi sebagai Kekuatan Tempur".
Kedua materi ini telah diintegrasikan ke dalam pelatihan perekrutan baru dan program pelatihan pendidikan. Konsep perang kognitif juga dimasukkan ke dalam pelatihan dan pendidikan unit militer dasar, serta kurikulum pendidikan pertahanan bagi seluruh warga Taiwan.
MND juga mengajak seluruh rakyat untuk tetap teguh mempertahankan nilai-nilai demokrasi dan kebebasan serta memiliki tekad kuat untuk melawan musuh, sehingga membentuk fondasi kukuh mendukung tentara militer dalam melindungi kedaulatan dan pertahanan negara.