History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

MOFA: RRT Mengklaim Taiwan sebagai Wilayahnya adalah Pemahaman yang Keliru

  • 07 September, 2023
  • 鄭蕙玲
MOFA: RRT Mengklaim Taiwan sebagai Wilayahnya adalah Pemahaman yang Keliru
Perdana Menteri Kamboja yang baru, Hun Manet (foto: Reuters)

(Taiwan, ROC) – Dalam pertemuan antara Perdana Menteri Kamboja yang baru, Hun Manet dan Menteri Departemen Internasional Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT), Liu Jianchao (劉建超) menegaskan bahwa Taiwan adalah urusan dalam negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada hari ini (6/9) mengemukakan, Negeri Tirai Bambu berulang kali menggunakan kesempatan pertemuan dengan pemimpin negara lain untuk membahas prinsip “Satu Tiongkok” lagi, dan secara sepihak mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya adalah suatu pemahaman yang keliru.

Beberapa media dalam negeri mengutip informasi dari situs Departemen Penghubung Internasional Partai Komunis Tiongkok, yang menyatakan jika dalam pertemuan PM Kamboja yang baru, Hun Manet dengan Menteri Departemen Internasional Komite Sentral PKT Liu Jianchao (劉建超) pada tanggal 3 September, menekankan bahwa pemerintah baru Kamboja akan berpegang teguh pada prinsip “Satu Tiongkok”, dengan menganggap “Urusan Taiwan, Xinjiang, dan Hong Kong adalah urusan dalam negeri Tiongkok”.

Menanggapi hal tersebut, MOFA menegaskan kembali bahwa Republik Tiongkok (Taiwan) adalah sebuah negara yang merdeka dan berdaulat, dan tidak tergabung dalam RRT. Negeri Panda sehari pun tidak pernah menguasai Taiwan, dan ini adalah fakta yang tidak dapat disangkal serta merupakan situasi yang ada saat ini.

MOFA Taiwan menekankan, terkait pemerintah Beijing yang berulang kali mencoba untuk membahas prinsip “Satu Tiongkok” dan mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya dalam pertemuan mereka dengan pemimpin negara lain adalah pemahaman yang salah dan tidak sesuai dengan kenyataan. MOFA menyatakan protes keras dan dengan tegas mengutuk hal tersebut.

MOFA merasa, Taiwan dan Kamboja harus fokus pada kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan, memperluas hubungan bilateral dan meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara. Pihaknya dengan tulus mengharapkan PM Kamboja yang baru, Hun Manet akan meninggalkan ideology dan kebijakan yang ketinggalan zaman, serta memperluas pertukaran ekonomi dan perdagangan saling menguntungkan antara Taiwan dan Kamboja dengan sikap yang pragmatis dan terbuka, tanpa mengikuti tindakan RRT yang merendahkan kedaulatan Taiwan, serta menghentikan pernyataan yang tidak pantas tentang Taiwan.

MOFA kembali menegaskan, Taiwan tidak akan tunduk pada tekanan dan tindakan tekanan diplomasi dari pemerintah otoriter Tiongkok, serta akan tetap teguh pada nilai-nilai kebebasan dan demokrasi, serta bekerja sama dengan negara-negara berpandangan serupa untuk bersama-sama membatasi ekspansi otoriter dan mempromosikan perdamaian serta stabilitas kawasan.

Komentar

Terbarumore