(Taiwan, ROC) – Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengumumkan peta baru yang mencakup wilayah Taiwan, Laut Tiongkok Selatan dan area lainnya, yang menyebabkan protes dari beberapa negara termasuk Taiwan. Gedung Putih enggan mengomentari kontroversi ini, tetapi membeberkan jika Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) akan menegaskan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan saat menghadiri KTT ASEAN (Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara) di Jakarta.
Pemerintah RRT baru-baru ini merilis “Peta Standar Tiongkok Edisi 2023” yang mencakup wilayah Taiwan, kepulauan Laut Tiongkok Selatan, serta wilayah Provinsi Arunachal Pradesh dan wilayah Akshai Chin yang merupakan sumber perselisihan antara Negeri Tirai Bambu dan India. Peta tersebut telah memicu protes dari Taiwan, India, Malaysia, Indonesia, Filipina dan Vietnam.
Berhubung Presiden AS, Joe Biden, akan segera menghadiri KTT G20 di India, diikuti dengan berkunjung ke Vietnam, dan Wapres Kamala Harris juga dikabarkan akan turut menghadiri KTT ASEAN di Indonesia, masyarakat dunia ingin tahu apakah mereka akan mengambil kesempatan kunjungan ke Asia untuk menyampaikan pendapat mereka terkait perselisihan wilayah ini.
Mengenai hal tersebut, Juru Bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre dalam konferensi pers rutin pada hari ini, enggan memberikan tanggapan langsung.
Dirinya mengemukakan, pemerintahan Biden sejak hari pertama kepemimpinannya telah berkomitmen untuk membangun kembali dan berinvestasi dalam aliansi dan mitra kerja sama di seluruh dunia, terutama di wilayah Indo-Pasifik, yang dapat terlihat dari KTT Trilateral AS, Jepang, dan Korea Selatan di Campt David baru-baru ini. Seiring upaya AS dalam memperdalam hubungannya dengan wilayah-wilayah tersebut, Vietnam akan menjadi mitra kerja sama penting, dan hasil kunjungan Biden kali ini akan mencerminkan kedalaman dan luasnya hubungan ini.
Terkait kunjungan Wapres Kamalla Kamala Harris ke Indonesia, Jubir Karine Jean-Pieree menyampaikan, selama kunjungannya ke wilayah Indo-Pasifik, Harris akan mendiskusikan pentingnya norma dan peraturan internasional, serta diskusi semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut selama kunjungan kali ini. Selama menghadiri pertemuan di Jakarta, dirinya juga akan membahas isu mengenai Laut Tiongkok Selatan dan menegaskan dukungan AS terhadap kebebasan di laut, penyelesaian damai perselisihan, dan ketaatan terhadap hukum internasional, termasuk kebebasan navigasi. Harris juga akan dengan tegas menyatakan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Laut Tiongkok Selatan bagi dunia.