(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 30 Agustus 2023, Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly bertemu dengan Wakil Pemimpin Tiongkok Han Zheng (韓正) dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi (王毅) di Beijing.
Otoritas Kementerian Luar Negeri Inggris menyampaikan, selama melangsungkan pembicaraan bilateral, James Cleverly menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangat penting bagi komunitas internasional.
Setelah mengakhiri kunjungannya ke Filipina pada tanggal 29 Agustus 2023, Menlu James Cleverly pun bertolak ke Beijing. Ini adalah kunjungan kedua semenjak tahun 2018, yang sebelumnya juga pernah dilakukan oleh mantan Menlu Jeremy Hunt.
Semenjak menjabat pada September tahun 2022, ini adalah pertemuan kedua James Cleverly dengan Han Zheng, dan pertemuan ketiganya dengan Wang Yi.
Kementerian Luar Negeri Inggris menyampaikan, selama melangsungkan pembicaraan, James Cleverly menyampaikan tiga pilar kebijakan Inggris terhadap Tiongkok, “Melindungi keamanan nasional Inggris, berkoordinasi dengan sekutu dan mitra Indo-Pasifik, serta berkomunikasi langsung dengan Tiongkok.”
Di samping itu, James Cleverly juga dengan lugas menyampaikan posisi Inggris terhadap aktivitas kejahatan kriminal Tiongkok di dunia maya.
Kemenlu Inggris menyampaikan, James Cleverly sudah menggelar diskusi mendetail dengan Tiongkok mengenai persoalan Hong Kong.
James Cleverly menekankan bahwa Undang-Undang Keamanan Nasional yang diberlakukan Beijing di Hong Kong telah merugikan kebebasan dan hak-hak warga Hong Kong. Hal ini serta-merta bisa merugikan reputasi Hong Kong di mata dunia.
Pihak Inggris kemudian menyinggung perihal penangkapan Jimmy Lai (黎智英).
Jimmy Lai yang merupakan pendiri Next Media berada di penjara menunggu persidangannya atas tuduhan kejahatan telah berkolusi dengan negara atau pasukan asing untuk membahayakan keamanan nasional.
Selain persoalan Selat Taiwan dan Hong Kong, Kemenlu Inggris menyampaikan, James Cleverly juga meminta Tiongkok untuk segera mencabut sanksi terhadap anggota parlemen Inggris.
Pada bulan Maret 2021, Beijing mengumumkan bahwa mereka akan memberikan sanksi kepada beberapa anggota parlemen Inggris dengan alasan telah menyebarkan informasi palsu perihal pelanggaran HAM di kawasan Xinjiang.
Anggota parlemen Inggris yang dikenakan sanksi antara lain Tom Tugendhat yang di kala itu menjabat Ketua Komite Urusan Luar Negeri dan Nus Ghani.
Kementerian Luar Negeri Inggris menyampaikan, dalam pertemuan tersebut James Cleverly secara tegas menyatakan posisi pemerintah Inggris terhadap aksi pemenjaraan besar-besaran terhadap warga Uighur di Xinjiang.
Selain itu, James Cleverly kembali mengklarifikasi sikap Inggris terhadap Tiongkok mengenai isu-isu geopolitik utama, misal perang Rusia – Ukraina dan situasi di Korea Utara.
Inggris dijadwalkan akan menjadi tuan rumah KTT Keamanan Kecerdasan Buatan pertama di dunia pada bulan November. Banyak pihak yang menaruh perhatian perihal apakah Tiongkok nantinya akan diundang menghadiri KTT tersebut.
Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa selama pembicaraan, baik Inggris maupun Tiongkok menekankan perlunya tindakan global yang terkoordinasi untuk menetapkan langkah-langkah perlindungan dan memutus risiko yang timbul dari AI.
Kemenlu menuturkan, selama pembicaraan, baik Inggris maupun Tiongkok menekankan perlunya tindakan global yang terkoordinasi untuk menetapkan langkah-langkah perlindungan dan memutus risiko yang ditimbulkan oleh AI.
Inggris dan Tiongkok juga sepakat bahwa kerja sama penting dilakukan untuk mengatasi tantangan paling parah di dunia saat ini, salah satunya adalah perubahan iklim.
James Cleverly menekankan kepada Tiongkok perlunya dilakukan dialog terbuka dan interaksi konstruktif antara Inggris dan Tiongkok, untuk menuntaskan permasalahan yang ada.