(Rti/Antara) - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyebut bahwa ekspor di Indonesia terjaga dengan baik. Terbukti dengan ekspor Indonesia tahun 2022 merupakan tertinggi sepanjang sejarah, yakni US$54,5 miliar setara dengan Rp900 triliun.
Hal ini diungkapkan oleh Zulhas saat menghadiri acara Merdeka Award di SCTV Tower, Jakarta, Rabu (30/8). Menurutnya, kunci dari meningkatnya ekspor di Indonesia adalah kerja sama dari berbagai pihak seperti pemerintah daerah, pemerintah, dan masyarakat.
Saya belajar dengan Vietnam, saya undang duta besar kita. Kenapa Vietnam cepat sekali maju dibanding kita? Beras swasembada. Udah ngalahin kita Pak, sepatu ngalahin kita. Dulu belajar sama kita,” kata Zulhas di SCTV Tower, Jakarta, Rabu (30/8).
Zulhas mengatakan bahwa alasan negara tersebut maju dibandingkan Indonesia karena mereka saling bekerja sama, baik itu bupati, walikota, gubernur, pemerintah pusat, media, swasta, dan rakyat menjadi satu tim yang saling berkolaborasi. Tim tersebut saling mendukung agar kerja ekspor meningkat lebih besar.
Sementara itu, dia juga mengatakan bahwa ada beberapa langkah untuk mendukung pertumbuhan ekspor dan impor. Salah satunya membuat tol way atau jalan tol perdagangan dengan beberapa negara ASEAN.
Diketahui, pertumbuhan ekspor Indonesia di ASEAN meningkat berkat adanya perjanjian dagang Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Namun, ia menyebut akan menyelesaikan perjanjian dagang dengan Uni Eropa (UE).
“ASEAN sudah selesai, dengan EU belum. Mudah-mudahan akhir tahun ini bisa selesai. Kita percepat agar kita selesaikan,” ungkapnya.
Zulhas mengaku walaupun menjabat menjadi Menteri Perdagangan baru satu tahun, ia yakin akan mempercepat penyelesaian perjanjian dagang agar kegiatan ekspor Indonesia dapat berjalan dengan baik