(Taiwan, ROC) Baru-baru ini kongres AS meloloskan program “abaikan Taiwan terima Daratan Tiongkok”, Biro urusan Asia Timur dan Pasifik AS (EAP) kemarin malam dalam platform medsos X menyampaikan, bahwa pihaknya sangat kecewa dengan putusan ini, serta menegaskan AS mendukung partisipasi Taiwan dalam internasional dan mendorong agar membina hubungan dengan Taiwan.
Parlamento Centroamericano (PARLACEN) pada tanggal 21 Agustus 2023 mencatat 73 suara setuju, 32 suara tak setuju, 9 abstain maka meloloskan program “abaikan Taiwan terima Daratan Tiongkok”, yang diusung oleh partai Nikaragua pada bulan Juni lalu. Guna menjaga martabat dan kedaulatan negara, maka Taiwan segera mengumumkan, pengunduran diri dari PARLACEN.
EAP memposting di platform medsos X bahwa, berkaitan dengan resolusi yang dibuat PARLACEN, memutuskan untuk mengesampingkan Taiwan yang telah menjadi anggota pengamat tetap dalam jangka waktu lebih dari 20 tahun, pihaknya sangat menyesal dan kecewa,
EAP menegaskan sikap AS dan mengutarakan bahwa AS mendukung Taiwan yang aktif dan bertekad untuk berpartisipasi dalam internasional, secara tegas mendukung pembinaan hubungan dengan Taiwan.
PARLACEN terbentuk pada tahun 1991, sebuah organisasi parlemen regional dengan beranggotakan Guatemala, El Salvador, Honduras, Nikaragua, Panama, dan Dominika, pada tahun 1999 Taiwan bergabung sebagai pengamat tetap.
Berkaitan dengan resolusi yang diputuskan PARLACEN, beberapa hari berturut-turut anggota parlemen AS menyuarakan protes atas ketidakadilan terhadap Taiwan.
Ketua Komite Urusan Luar Negeri Senat AS Bob Menedez, Anggota Komite Urusan Luar Negeri Senat dari Partai Republik Jim Risch, Ketua Komisi Urusan Luar Negeri DPR Michael McCaul mengeluarkan kecaman mereka atas resolusi ini.
Ia mengatakan, di masa jangka panjang Taiwan menjadi mitra demokrasi strategis Amerika Tengah, Taiwan memainkan peran penting dalam supremasi hukum dan perkembangan ekonomi regional. Kecaman kritikan menyampaikan, “Pengaruh dari RRT dan Partai Komunis dalam PARLACEN menjadi penghinaan bagi nilai demokrasi bersama yang dibina AS, kelak kedepan akan merusak keamanan dan stabilitas belahan bumi bagian barat”.