(Taiwan, ROC) - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengumumkan penjualan senjata ke Taiwan terbaru, di mana pihaknya akan menyediakan “sistem pencarian dan pelacakan infra merah” untuk pesawat jet tempur F-16V senilai US$ 500 juta. Kementerian Pertahanan Taiwan hari ini (24/8) menyampaikan, bahwa sistem ini selanjutnya dapat meningkatkan kemampuan jet tempur untuk melacak target dari jarak jauh dan meningkatkan efektivitas pertempuran di udara. Pihaknya mengonfirmasi bahwa AS telah melakukan prosedur “pemberitahuan ke Kongres”, yang diharapkan akan mulai berlaku dalam 1 bulan.
Kementerian Luar Negeri AS telah menyetujui penjualan senjata ke Taiwan, yaitu penjualan jet tempur F-16V dengan “sistem pencarian dan pelacakan infra merah” (IRST) dan peralatan terkait lainnya, dengan perkiraan nilai total US$ 500 juta. Namun, penjualan senjata itu tidak termasuk “alat pertahanan utama” (MDE).
Juru bicara Kementerian Pertahanan, Sun Li-fang (孫立方) mengonfirmasi pada 24 Agustus, menyampaikan bahwa pihak AS kini telah melakukan prosedur “pemberitahuan ke Kongres” dengan harapan akan mulai berlaku dalam 1 bulan. Sistem ini selanjutnya dapat meningkatkan kemampuan jet tempur untuk melacak target dari jarak jauh dan meningkatkan efektivitas pertempuran di udara.
Su Li-fang selanjutnya menyatakan, menghadapi pengiriman pesawat militer dan drone Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) Tiongkok untuk mengganggu zona identifikasi pertahanan udara dan berdampak pada pergerakan di udara Taiwan, hal itu telah membentuk ancaman militer yang serius bagi Taiwan. Berdasarkan “Undang-undang Hubungan Taiwan” dan “Enam Jaminan”, AS terus menyediakan senjata pertahanan bagi Taiwan, dengan dasar untuk mempertahankan stabilitas regional. Kementerian Pertahanan Taiwan mengekspresikan rasa terima kasihnya untuk AS atas keputusan penjualan senjata.
Penjualan senjata ini merupakan penjualan senjata ke-11 untuk Taiwan dalam pemerintahan Joe Biden, dan hal ini merupakan sebuah upaya lain untuk memperkuat kemampuan pertahanan diri Taiwan menyusul pemberian bantuan militer sebesar US$ 345 juta untuk Taiwan baru-baru ini. Pihak AS menyampaikan, bahwa penjualan senjata tersebut sesuai dengan “Hukum Hubungan Taiwan”, mendukung Taiwan untuk terus memperbarui kemampuan militer dan menjaga kemampuan pertahanan yang andal. Hal ini akan mempromosikan kebijakan luar negeri AS dan tujuan kemanan nasional, selain juga meningkatkan keamanan Taiwan dan menjaga stabilitas politik regional, keseimbangan militer, serta pertumbuhan ekonomi.