History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Menjaga Martabat Nasional, Taiwan Menarik Diri dari Parlemen Amerika Tengah

  • 22 August, 2023
  • 陳志勇
Menjaga Martabat Nasional, Taiwan Menarik Diri dari Parlemen Amerika Tengah
Menjaga Martabat Nasional, Taiwan Menarik Diri dari Parlemen Amerika Tengah (Foto: Facebook PARLACEN)

(Taiwan, ROC) - Pemerintah Taiwan pada hari Selasa mengecam Parlemen Amerika Tengah atas keputusannya untuk membatalkan status pengamat permanen Taipei dan menggantikannya dengan Beijing setelah sebagian besar anggota badan tersebut mengalihkan pengakuan diplomatiknya ke Tiongkok.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri (MOFA) mengumumkan keputusan pemerintah untuk segera menarik diri dari Parlemen Amerika Tengah, yang dikenal dengan akronim bahasa Spanyol PARLACEN, demi menjaga martabat nasional Taiwan.

Taipei memutuskan pengunduran diri dari PARLACEN  setelah parlemen tersebut menyetujui penerimaan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebagai pengamat tetap PARLACEN melalui pemungutan suara dengan hasil 73-32 dan 9 abstain dalam sidang pleno yang diadakan di Nikaragua pada hari Senin (waktu setempat).

Usul untuk mencabut status pengamat permanen PARLACEN untuk Yuan Legislatif Taiwan, yang telah dipegang sejak tahun 1999, dan menggantinya dengan Kongres Rakyat Nasional Tiongkok diajukan oleh perwakilan Nikaragua.

Menurut Nikaragua, proposal tersebut diajukan dengan alasan bahwa Nikaragua dan sebagian besar anggota PARLACEN kini mengakui RRT sebagai satu-satunya perwakilan sah Tiongkok di dunia, dan menerima bahwa Taiwan hanyalah sebuah provinsi di RRT.

Guatemala, tempat parlemen bermarkas, adalah satu-satunya anggota yang masih memiliki hubungan resmi dengan Taiwan. Negara-negara lain termasuk El Salvador, Republik Dominika, Honduras, Nikaragua dan Panama, semuanya telah mengalihkan pengakuan diplomatik ke Beijing dalam beberapa tahun terakhir.

Di Taipei, MOFA mengecam usul dan keputusan anggota dari Nikaragua dan anggota parlemen pro-Tiongkok lainnya di PARLACEN sebagai tindakan “menjilat” Beijing dan mengabaikan kontribusi Taiwan selama puluhan tahun kepada badan parlemen regional tersebut.

Juru bicara MOFA Jeff Liu (劉永健)mengatakan, "Jelas dihasut dan dipimpin oleh Tiongkok. Baik Tiongkok dan Nikaragua adalah negara totaliter yang terkenal kejam. Perkembangan kemarin di PARLACEN adalah bukti perluasan negara otoriter di Amerika Tengah, dan ini merupakan serangan tidak hanya terhadap Taiwan, tetapi juga terhadap kubu demokrasi global. Kami sangat khawatir dengan operasi PARLACEN di masa depan.”

MOFA mengatakan PARLACEN didirikan untuk mempromosikan dan memperluas kerja sama antar negara-negara Amerika Tengah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengkonsolidasikan demokrasi, dan menambahkan bahwa upaya ini telah diperkaya dengan kehadiran Taiwan.

MOFA menegaskan kembali pendiriannya bahwa Taiwan, yang secara resmi bernama Republik Tiongkok (ROC), tidak pernah diperintah oleh RRT.

Komentar

Terbarumore