History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan Ucapkan Selamat kepada Presiden Terpilih Guatemala

  • 22 August, 2023
  • 陳志勇
Taiwan Ucapkan Selamat kepada Presiden Terpilih Guatemala
Kandidat presiden Guatemala Bernardo Arevalo dari partai Movimiento Semilla, melambai di samping awak media selama pemilihan presiden putaran kedua di Guatemala City, Guatemala, 20 Agustus 2023. (Foto: Reuters)

(Taiwan, ROC) - Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menyampaikan ucapan selamat dari Taiwan kepada César Bernardo Arévalo de León atas kemenangannya dalam pemilihan presiden Republik Guatemala.

Juru bicara Kantor Kepresidenan Lin Yu-chan (林聿禪) melaporkan pada Senin malam bahwa Presiden Tsai berharap ke depannya pemerintah Guatemala akan semakin makmur di bawah kepemimpinan Arévalo, dan pertukaran persahabatan serta kerja sama kedua negara dapat terus dipererat.

Pada saat yang sama, Kementerian Luar Negeri (MOFA) juga menyampaikan ucapan selamat melalui sebuah pernyataan di Twitter. MOFA mengatakan bahwa Taiwan akan berusaha untuk memperkuat kerja sama dan pertukaran dengan Guatemala di bawah pemerintahan Arévalo di masa mendatang, berdasarkan nilai-nilai demokrasi dan kebebasan bersama.

MOFA memuji Guatemala atas digelarnya pemilihan umum yang sukses, menambahkan bahwa kedutaan Taiwan di Guatemala City telah mengirim surat ucapan selamat resmi ke kubu Arévalo, tidak lama setelah kandidat partai Movimiento Semilla mengumumkan kemenangan dalam pemilihan putaran kedua dengan perhitungan suara lebih dari 97% pada hari Minggu.

Arévalo telah mendapatkan lebih dari 58% suara, memberinya keunggulan mutlak atas saingan terdekatnya, mantan ibu negara Sandra Torres Casanova yang hanya meraih 35% suara.

Presiden terpilih Guatemala berusia 64 tahun itu adalah putra mantan Presiden Juan José Arévalo Bermejo, yang memimpin negara Amerika Tengah itu dari tahun 1945 hingga 1951.

Meskipun mengisyaratkan bahwa dia mendukung peningkatan hubungan perdagangan dengan Tiongkok, Arévalo mengatakan pada bulan Juli bahwa dia tidak akan mengalihkan pengakuan diplomatik Guatemala dari Taipei ke Beijing jika terpilih.

Melanjutkan hubungan diplomatik dengan Taiwan dan berusaha meningkatkan hubungan perdagangan dengan Tiongkok "sepenuhnya kompetibel," tegasnya.

Guatemala yang menjalin hubungan diplomatik dengan Republik Tiongkok pada tahun 1933, kini adalah salah satu dari 13 negara yang mempertahankan hubungan resmi dengan Taiwan.

Sejak Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) menjabat pada Mei 2016, sembilan negara telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Taipei, lima di antaranya adalah negara Amerika Latin, termasuk yang terbaru yakni Honduras, yang mengalihkan pengakuan ke Beijing pada Maret lalu.

Komentar

Terbarumore