(Taiwan, ROC) -- Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁) beberapa hari lalu memimpin rapat berkelanjutan dan menyampaikan, di era pasca pandemi dan inflasi, guna melindungi kehidupan pokok kaum lemah, maka wajib ditanggapi dengan kebijakan penguatan ketahanan pangan, secara nyata menerapkan tindakan tidak memboros makanan dan penanggulangan bencana, serta pengentasan kemiskinan.
Yuan Eksekutif pada hari Rabu (16/8) melalui konferensi pers menyampaikan, di tengah rapat “komite pembangunan berkelanjutan Yuan Eksekutif” yang dipimpin oleh PM Chen Chien-jen (陳建仁) menyampaikan, Taiwan bukan anggota PBB akan tetapi menerapkan konsep pemikiran pembangunan berkelanjutan yang berlandaskan pada perdamaian, keamanan, kemakmuran dan keadilan, melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat global, melibatkan diri dalam operasional kebijakan PBB menuju sasaran “pembangunan yang berkelanjutan”.
PM Chen Chien-jen (陳建仁) mengatakan, pemanasan global kian parah, institusi internasional mengimbau setiap negara untuk segera melakukan tindakan tanggap perubahan iklim, mengadopsi solusi yang menekankan pengurangan dan adaptasi rendah karbon.
Selain itu, PM Chen Chien-jen (陳建仁) mengatakan, pada era pasca pandemi dan inflasi, perlu sekali memerhatikan kehidupan pokok kelompok kaum lemah, beberapa tahun terakhir ini pemerintah pusat dan daerah berkolaborasi mempromosikan bank pangan, bertujuan untuk membantu masyarakat kelompok lemah, anggaran pasca pandemi juga dialokasikan untuk pengisian persediaan pada bank pangan, bermanfaat untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
PM Chen Chien-jen (陳建仁) menginstruksikan wakil PM Cheng Wen-tsan (鄭文燦) untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Pendidikan, Kemendagri, Badan Pengawas Keuangan (FSC), Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan untuk berdiskusi, mengintegrasikan sumber daya kementerian untuk memperkuat promosi kebijakan bank pangan, penerapan tidak memboros makanan, mengentaskan kemiskinan dan penanggulangan bencana akan dilaporkan pada rapat pertemuan berikutnya.