(Taiwan, ROC) -- Wakil Presiden Taiwan, William Lai dikabarkan akan mengunjungi Paraguay besok (12/8) guna menghadiri upacara pelantikan Presiden baru Santiago Peña Palacios, dan akan transit di Amerika Serikat (AS) dalam perjalanan pergi dan pulang dari Paraguay. Beberapa sumber dari keamanan nasional membeberkan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) berusaha mendekati media di Amerika Tengah dan Selatan, dengan tujuan untuk melaporkan berita-berita yang merugikan Taiwan atau Wapres Lai.
Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada Kamis (10/8) menunjukkan, RRT selalu berupaya mempersempit ruang diplomasi Taiwan dan terus mendorong media dalam dan luar negeri untuk menyebarkan informasi palsu yang merendahkan upaya diplomasi Taiwan, menggaungkan perang kognitif pada masyarakat dan mencoba menganggu kunjungan Wapres Lai. MOFA menyerukan semua pihak untuk memahami fakta yang sebenarnya dan tidak terjebak dalam perangkap Negeri Tirai Bambu yang berpotensi menyesatkan. MOFA menyampaikan, mereka telah mengetahui upaya Negeri Panda dalam memengaruhi media negara lain guna merusak dan mempersempit diplomasi Taiwan yang normal, dan pihak MOFA beserta perwakilan luar negeri terus memantau situasi ini dan memberikan klarifikasi atas berita hoaks.
Wakil Perdana Menteri, Cheng Wen-tsan (鄭文燦) ketika menerima wawancara saat menghadiri Upacara Pembukaan Pameran Hakka Dunia pada Jumat (11/8) mengemukakan, upaya pemerintah Beijing dalam memengaruhi media luar negeri bertujuan untuk merendahkan kegiatan diplomasi, serta melakukan perang kognitif terhadap Taiwan. Hal ini merupakan tindakan yang memalukan.