History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

William Lai: Demokrasi Adalah Kunci Utama Bagi Stabilitas Lintas Selat

  • 08 August, 2023
  • 尤繼富
William Lai: Demokrasi Adalah Kunci Utama Bagi Stabilitas Lintas Selat
William Lai: Demokrasi Adalah Kunci Utama Bagi Stabilitas Lintas Selat

(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 7 Agustus 2023, kandidat presiden dari Partai Progresif Demokratik (DPP) yang juga menjabat posisi Wakil Presiden ROC, William Lai (賴清德), menerima wawancara eksklusif bersama dengan pembawa acara Cheng Hung-yi (鄭弘儀) di stasiun televisi SET News.

Beberapa waktu belakangan , pihak partai oposisi menyuarakan, jika suara diberikan kepada Partai DPP, maka generasi muda dicemaskan akan berada di medan peperangan.

Menanggapi hal tersebut, William Lai menyampaikan bahwa ini adalah propaganda yang sudah dilakukan sedari dahulu oleh pihak Tiongkok. Beberapa peristiwa peperangan, bahkan terjadi jauh sebelum Partai DPP berkuasa, sebut saja Krisis Selat Taiwan 1958, Pertempuran Guningtou dan Pertempuran Yijiangshan.

Niat Tiongkok untuk menganeksasi Taiwan bukanlah sesuatu yang terjadi setelah Partai DPP berkuasa.

Terlepas dari mantan Presiden Chen Shui-bian (陳水扁) atau Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文), kedua sosok tersebut adalah pihak yang mencoba untuk menstabilkan hubungan lintas selat, dan tentunya dengan mengedepankan cara perdamaian.

William Lai juga menambahkan, suara yang dikumandangkan oleh pihak partai oposisi tentu tidak dapat bertahan lama, malah akan membantu pihak Tiongkok untuk mempropagandakan niat mereka.

Pembawa acara mempertanyakan perihal kedua putra William Lai yang memilih Amerika Serikat sebagai negara tujuan untuk menimba ilmu. Hal ini kemudian digunakan oleh pihak oposisi untuk mempertanyakan kemungkinan William Lai telah menjadi “kakek” dari Negeri Paman Sam.

Menanggapi pernyataan tersebut, William Lai menyampaikan, dirinya tidak akan membiarkan perang pecah dan akan melakukan yang terbaik untuk menjaga perdamaian di Selat Taiwan. Beliau kembali menambahkan, selepas menuntaskan masa studinya di AS, putra keduanya juga segera kembali ke Taiwan untuk bekerja.

Hal tersebut juga sudah dilakukan oleh putra sulungnya, yakni kembali ke Taiwan dan berkontribusi bagi tanah air.

Pembawa acara kemudian menyinggung perihal Tiongkok yang pernah menyatakan bahwa “Konsensus 1992” dan “Prinsip Satu Tiongkok” adalah dua hal yang bisa menjamin kestabilan Selat Taiwan. Apa yang kemudian ditawarkan oleh William Lai untuk melindungi perdamaian tersebut?

William Lai menyampaikan, “Demokrasi” adalah kunci utama bagi kedua selat, apalagi prinsip tersebut telah menjadi akumulasi aset penting bagi warga Bumi Formosa, selama beberapa dekade belakangan.

William Lai mengatakan, “Demokrasi adalah kunci utama yang diusulkan Taiwan untuk menjaga stabilitas ini. Kami tidak ingin menjadi musuh bagi Tiongkok. Sebaliknya kami ingin menjadi mitra/teman. Kami tentunya juga sangat gembira bisa menyaksikan Tiongkok pada suatu hari dapat menikmati demokrasi dan kebebasan.”

William Lai menambahkan, peran Taiwan lebih dari sekedar teman atau musuh. Selama beberapa puluh tahun, Amerika Serikat tidak pernah ingin melakukan aneksasi terhadap Taiwan. Sebaliknya, Tiongkok bukanlah pihak yang selama melindungi atau mendorong perekonomian di Taiwan.

Ia berharap, jangan karena tahun pemilu, maka pihak oposisi mengabaikan seluruh kontribusi yang pernah diberikan AS kepada Taiwan.

Komentar

Terbarumore