(Taiwan, ROC) Hari Kamis ini (27/7) merupakan hari latihan militer ke-4, militer menjalani latihan operasi militer anti pendaratan di garis depandi dermaga Taipei, muara Damshui dan pesisir pantai Bali di kota New Taipei.
Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, latihan militer Hankuang menjadi urusan penting negara untuk menjaga keamanan negara dan memastikan kekuatan militer, maka setiap tahun pasti akan menghadirinya, sementara 27 Juli 2023 ada latihan militer operasi gabungan melawan pendaratan musuh, di tengah latihan militer Hankuang yang berskala besar juga mengintegrasikan kekuatan tempur seluruh rakyat sekaligus menguji kekompakan dari lintas unit, antar dinas dan lainnya. Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, “dalam latihan ini selain memadukan tim militer dengan fasilitas pemblokiran di pesisir pantai, mempertimbangkan pengalaman perang Ukraina Rusia, digabungkan dengan medan perang, memperkuat berbagai metode alutsista untuk mencapai efek anti bom dan anti ledakan, serta meningkatkan kemampuan pasukan cadangan untuk bertahan dan beroperasi di pantai. 』
Presiden Tsai mengatakan, ancaman dan tantangan yang akan dihadapi Taiwan di masa depan akan menjadi semakin kompleks. Oleh karena itu, perlu untuk membayangkan situasi ancaman yang kompleks terlebih dahulu, menyusun rencana yang relevan, dan memperkuat latihan. Selain itu, dalam rangka meningkatkan kemampuan pertahanan tanah air, selain pembinaan dan pelatihan yang berkesinambungan bagi militer, polisi pemadam kebakaran, dan tim keamanan serta organisasi lokal juga harus terintegrasi untuk mencapai tujuan melindungi pedesaan dan negara oleh seluruh rakyat.
Terakhir, Presiden mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi militer, memberikan jaminan yang kokoh bagi negara dan rakyat. Dia percaya bahwa latihan ini memungkinkan rakyat negara dan dunia untuk melihat tekad tentara nasional untuk melindungi negara, dan bekerja sama untuk keamanan nasional.