(Taiwan, ROC) Guatemala pada bulan Agustus akan melangsungkan pemilihan presiden putaran ke-2, kandidat Bernardo Arevalo menyampaikan, tidak berniat mengubah hubungan diplomatik Taiwan-Guatemala, akan tetapi komunikasi dan perkembangan hubungan diplomatik dengan Taiwan tidak bertentangan dengan hubungan ekonomi dengan RRT.
Meskipun kontroversi campur pemerintah dalam pemilu terjadi, Guatemala hingga saat ini menjadwalkan pada tanggal 20 Agustus mendatang akan melangsungkan pemilu putaran ke-2, dari kedua kandidat yang mendapat suara tertinggi pada putaran ke-2 akan dipilih lagi, yang terdiri dari Sandra Torres mantan ibu negara dari partai UNE dan Bernardo Arevalo dari partai Semilla.
Wadah Pemikir AS “Dewan Atlantik” beberapa hari ini secara khusus mengundang Bernardo Arevalo, Sandra Torres untuk membahas politik. Bernardo Arevalo mengadopsi pertemuan secara online.
Berkaitan dengan masyarakat luar yang kuatir dengan hubungan diplomatik Taiwan-Guatemala apakah hasil pemilu bisa mengubah hubungan ini, Bernardo Arevalo mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pemerintah Taiwan, berharap dapat memanfaatkan kerja sama Taiwan untuk membangun Guatemala.
Ia menekankan, “Kami sangat jelas, tidak ada perubahan hubungan antara Taiwan-Guatemala”.
Berkaitan dengan pertanyaan wartawan terkait status quo dipertahankan? Bernardo Arevalo mengemukakan, tujuan membina hubungan dengan RRTadalah perluasan sektor ekonomi dalam hal ini tidak bertentangan, kedua hubungan ini tetap dapat berlanjut, meskipun menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan, saat bersamaan menjalin hubungan ekonomi dengan RRT, keduanya kompatibel.
Bernardo Arevalo saat ini berusia 64 tahun, memperjuangkan anti korupsi, pada pemilu putaran pertama mendapat 12%, suara terbanyak ke-2. Pada tahun 1994 pernah berkunjung ke Taiwan selaku wakil menteri luar negeri, untuk pemilu kali ini dinilai cenderung berpihak ke RRT.
Bernardo Arevalo diwawancarai radio Con Criterio pada tanggal 27 Juni 2023, pernah mengatakan bahwa Guatemala semestinya memperkuat hubungan perdagangan luar negeri “misalkan mengembangkan hubungan dengan RRT”. Bernardo Arevalo mengatakan, Guatemala harus mampu menguasai kebijakan luar negeri untuk diri sendiri, apabila dia terpilih maka di bawah kerangka saling menghargai, tetap membina hubungan dengan RRT dan mempertahankan hubungan politik Taiwan dengan baik.