(Taiwan, ROC) --- Wakil Presiden William Lai (賴清德) akan melakukan kunjungan ke Paraguay pada bulan Agustus mendatang. Dalam kunjungan tersebut, Beliau juga dijadwalkan akan melakukan transit di Amerika Serikat.
Rencana transit Wapres William Lai tenyata mendatangkan kritikan dari pihak Duta Besar Tiongkok di Amerika Serikat.
Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁) menyampaikan, mekanisme transit oleh presiden maupun wakil presiden, sebenarnya sudah pernah dilakukan sebelum-sebelumnya. Tiongkok tidak perlu bereaksi terlampau berlebihan dalam menanggapi hal ini.
PM Chen menekankan, Taiwan akan terus memperkuat hubungannya dengan Amerika Serikat. Dalam beberapa tahun belakangan, jalinan pertukaran antara Taiwan dengan AS tengah berada di tahap terbaik.
Taiwan akan mempromosikan penguatan bilateral yang ada, tentunya melalui cara yang kooperatif dan bertanggung jawab. Di samping itu, Taiwan juga akan memperluas hubungan kerja samanya dengan negara-negara yang memiliki gagasan serupa, salah satunya adalah Amerika Serikat.
Yang mana upaya-upaya tersebut dapat memungkinkan Taiwan untuk terus berkontribusi bagi dunia internasional.
Kementerian Luar Negeri (MOFA) di lain pihak juga mengimbau kepada Tiongkok untuk segera memperlihatkan komitmen mereka dalam menjaga perdamaian dunia atau mewujudkan janji mereka untuk menghormati prinsip-prinsip dasar Piagam PBB, yakni dengan menghentikan tindakan ancaman di Selat Taiwan.
MOFA menekankan agar Tiongkok jangan menggunakan agenda transit kali ini sebagai alasan untuk melancarkan provokasi militer kepada Taiwan. Apalagi transit ini bukanlah hal yang baru, melainkan sudah pernah dilakukan sebelum-sebelumnya.