(Taiwan, ROC) --- Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁) hari ini (19/7) menyampaikan, perjanjian inisiatif perdagangan yang ditandatangani oleh Taiwan dengan Amerika Serikat akan memperkuat kenyamanan perihal penetapan tarif perdagangan kedua belah pihak.
Dengan demikian hubungan kerja sama yang terjalin akan semakin menguntungkan.
Pihak Senat AS juga telah meloloskan Perjanjian Prakarsa Perdagangan Abad ke-21 Taiwan-AS. PM Chen berharap agar Yuan Legislatif bisa segera meloloskan perjanjian ini sesegera mungkin.
Pada tanggal 19 Juli 2023, Yuan Legislatif mengundang PM Chen Chien-jen bersama jajaran kementeriannya untuk hadir dalam sidang interpelasi memberikan laporan perihal “Perjanjian Perdagangan Taiwan – AS yang Dihelat oleh Kantor Perwakilan ROC di AS dengan Institut Amerika di Taiwan”.
Partai oposisi menyampaikan kritikan mereka bahwa perjanjian perdagangan antara Taiwan dengan AS, tidak menyertakan preferensi tarif yang relevan. Mereka bahkan menuding perjanjian ini tidak memiliki manfaat maksimal bagi sektor perusahaan.
Saat ditemui hari ini, PM Chen menyampaikan bahwa pernyataan yang dilontarkan pihak oposisi sangat tidak berdasar. Ini membuktikan bahwa mereka tidak begitu memahami isi perjanjian.
Faktanya, menurut laporan dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), jika kenyamanan perihal penetapan tarif perdagangan bisa diperkuat, maka bisa menghemat sebanyak 3% hingga 5%.
PM Chen mengatakan, “Secara keseluruhan, inisiatif perjanjian perdagangan abad 21 antara Taiwan dengan AS akan memperkuat fasilitasi tarif dan bea cukai. Faktanya, kami akan terus mengupayakan yang terbaik dan berharap jalinan perdagangan Taiwan dengan AS dapat terus saling menguntungkan.”
PM Chen melanjutkan, Senat AS telah meloloskan Perjanjian Prakarsa Perdagangan Abad ke-21 Taiwan – AS. Dirinya sangat berharap agar perjanjian ini bisa secepatnya disahkan oleh pihak Yuan Legislatif di Taiwan.
Saat ditanya perihal rotasi kepemimpinan partai penguasa, PM Chen menjawab bahwa hal ini adalah sesuatu yang wajar terjadi di tubuh pemerintahan demokrasi. Ia juga membantah kalau saat ini Taiwan membutuhkan rotasi kepemimpinan partai penguasa.
PM Chen mengatakan, “Di negara yang menjunjung demokrasi, kebebasan dan supremasi hukum, rotasi kepemimpinan partai penguasa adalah hal yang lumrah. Ini adalah bagian dari sistem pemerintahan yang bertanggung jawab. Penjelasan yang sampaikan kemarin sudah cukup jelas dan jangan diputarbalikkan.”
Di samping itu, tersiar kabar kalau Wakil Presiden William Lai (賴清德) akan melakukan transit di Amerika Serikat, di sela-sela kunjungannya menghadiri upacara pelantikan Presiden Paraguay yang baru. Wapres diberitakan akan transit di Washington, tetapi belum mendapat tanggapan dari AS.
Menanggapi kabar di atas, PM Chen menuturkan, Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) mengutus Wapres William Lai untuk hadir dalam upacara pelantikan kepala negara yang menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan. Hal serupa juga sudah pernah dilakukan sebelumnya, dan seluruh proses keberangkatan akan merujuk pada mekanisme yang telah ditetapkan.