(Taiwan, ROC) Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada hari Rabu ini (19/7) menyampaikan laporan evaluasi nasional independen perdana terkait Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (ICERD), Ketua Yuan Pengontrol sekaligus Ketua Komnas HAM pertama-tama menyampaikan belasungkawa atas musibah MRT Taichung yang menyebabkan Profesor Lin Shu-ya(林淑雅) tewas, dalam kesempatan tersebut mengapresiasi kontribusi Lin Shu-ya terhadap HAM, mengutip pernyataan Lin Shu-ya bahwa “konsep HAM yang perlu dijaga, sebagai satu-satunya cara untuk keluar dari kubangan politik”.
Untuk mengenang profesor Lin Shu-ya yang tertimpa musibah kecelakaan MRT Taichung, maka Ketua Yuan Pengontrol sekaligus Ketua Komnas HAM Kiku Chen memberikan sambutan, pertama-tama mengapresiasi Lin Shu-ya yang telah memperjuangankan laporan evaluasi ICERD, dan kepeduliannya terhadap hak penduduk asli di masa jangka panjang, serta menekankan semua masyarakat perlu berkomitmen bersama menjaga HAM.
Kiku Chen (陳菊) mengatakan, “Berharap dia yang telah berpulang juga mengetahui, kami selamanya tidak akan melupakan pernyataan yang pernah disampaikannya, “konsep HAM yang perlu dijaga, sebagai satu-satunya cara untuk keluar dari kubangan politik”, akan tetapi perlu dilalui dengan masa-masa sulit dan penuh rintangan. Akan tetapi, kita perlu buktikan kepada Lin Shu-ya bahwa kita perlu berkomitmen, semua wajib mengupayakannya.
Anggota Yuan Pengawas yang terdiri dari Upay Radiw Kanasaw (鴻義章), Su Li-chiung (蘇麗瓊) dan Kao Yung-cheng (高涌誠) masing-masing membagikan laporan evaluasi berkaitan penduduk suku asli, imigran baru dan pandangan hukum. Upay Radiw Kanasaw mengemukakan, di tengah evaluasi didapati selama pandemi COVID-19 terjadi permasalahan diskriminasi, seperti senior penduduk suku asli yang tidak paham tentang pendataan berdasarkan nama asli dan mendapat ejekan secara verbal, termasuk pekerja migran dan imigran dikarenakan dampak pandemi yang berkepanjangan sehingga tidak bisa kembali ke Taiwan.
Komnas HAM mengemukakan, masa lalu telah menyelesaikan laporan khusus dan penelitian yang dilakukan mencakup HAM bagi ABK yang tercatat pada laporan khusus HAM nelayan asing tahun 2021 dan laporan khusus “Bagaimana pekerja migran asing membesarkan putra-putri di tanah rantauan”. Masih ada beberapa laporan penelitian tahun 2022 yang disampaikan seperti “Penelitian tentang situasi terkini dan perkembangan perlindungan hak asasi pekerja migran kesejahteraan sosial di Taiwan dari perspektif konvensi perburuhan internasional", "Penelitian komparatif tentang kontrol dan perlindungan pekerja migran industri di Taiwan", dan "hukum strategi untuk peniadaan diskriminasi penduduk suku asli".
Komnas HAM menekankan, diharapkan hari ini melaporkan hasil evaluasi nasional independent ICERD, bermanfaat bagi Dewan Peninjau Internasional untuk melakukan inspeksi, serta memberikan masukan kepada pemerintah untuk membangun mekanisme peninjauan ICERD, memantau
fenomena ketimpangan dan diskriminasi yang disebabkan oleh sistem hukum yang tidak memadai atau implementasi yang tidak optimal, serta di tengah budaya terdapat pelabelan dan diskriminasi terselubung terhadap kelompok etnis.