(Taiwan, ROC) - Partai berkuasa di Taiwan yakni Partai Progresif Demokratik (DPP) menggelar Kongres Nasional di Taipei pada hari Minggu, mengadopsi sejumlah mosi yang mencakup melarang anggota partai yang pernah terlibat kasus korupsi, senjata, atau narkoba untuk dipilih sebagai kandidat pemilu DPP, dan mengesahkan amandemen piagam partai yang berkaitan dengan pelanggaran seksual dan perlindungan kesejahteraan anak-anak.
Mosi-mosi tersebut disahkan dalam pertemuan tertutup menyusul rapat umum untuk mengkonsolidasikan solidaritas dan dukungan pada kandidat pemilu presiden 2024 DPP di Grand Hotel, yang menampilkan pidato para pemimin kelas berat DPP termask Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文), Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁) dan calon presiden partai, yaitu Wakil Presiden Lai Ching-te (賴清德), yang bersama-sama naik ke atas panggung dengan jaket letterman hijau yang serasi dihiasi dengan slogan "Tim Taiwan", yang juga berfungsi sebagai plesetan bahasa Mandarin yang berarti "mendukung Taiwan."
Sambil menegaskan kesiapan untuk mencalonkan diri sebagai presiden, Wapres Lai pertama tampil dan mengatakan bahwa meningkatnya keretakan antara demokrasi dan otoriter akan menimbulkan tantangan berkelanjutan bagi Taiwan di samping sejumlah masalah lainnya, namun hambatan seperti itu bisa menjadi peluang jika negara tetap bersatu, dan dia berkomitmen untuk mempertahankan "status quo" di Selat Taiwan.
Menyusul Lai, Presiden Tsai juga tampil di atas panggung bersama Ketua Yuan Legislatif You Si-kun (游錫堃) dan mantan Perdana Menteri Su Tseng-chang (蘇貞昌), kemudian menyerahkan bendera kongres kepada Lai, menyimbolkan “penyerahan tongkat estafet" DPP.
Dalam pidatonya, Tsai menyoroti pencapaian DPP selama masa jabatannya, dan menegaskan bahwa Lai "sangat memenuhi syarat" untuk memimpin negara setelah berdiri berdampingan dengannya sebagai wakil presiden.