(Taiwan, ROC) Latihan militer Hankuang No.39 akan dilaksanakan pada tanggal 24 hingga 28 Juli dan persiapan latihan telah diluncurkan di berbagai tempat, termasuk gladi bersih anti pendaratan pesawat untuk pertama kali diadakan di Bandara Taoyuan kemarin (12 Juli). Namun, Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) telah meningkatkan upaya untuk menganggu Taiwan, dengan mengirimkan lebih dari 30 pesawat militer untuk beroperasi di sekitar Selat Taiwan beberapa hari ini, beberapa pesawat juga telah melanggar zona pertahanan udara Taiwan (ADIZ).
Berdasarkan informasi terbaru dari Kementerian Pertahanan (MND) Taiwan, sejak pukul 06:00 kemarin hingga hari ini (13 Juli) pukul 06:00, total telah ada 33 pesawat yang terdeteksi (24 di antaranya telah melintasi garis tengah Selat Taiwan dan garis perpanjangannya untuk memasuki wilayah udara di barat daya dan tenggara), dengan total 9 kapal tempur yang melakukan aktivitas di sekitar Selat Taiwan.
Menurut dinamika militer real-time Kementerian Pertahanan, 1 pesawat Sukhoi Su-30 melintasi garis tengah di wilayah perairan utara, sementara 12 pesawat tempur J-12 dan 4 pesawat tempur J-16 melintasi garis tengah di 3 area bagian; utara, tengah, dan barat daya. 1 kendaraan udara tak berawak (drone) BZK-005, pesawat Y-8 pengacak sinyal jarak jauh, dan 4 jet tempur H-6 terbang di sekitar perairan wilayah selatan Taiwan. Selain itu sebuah helikopter Z-9 anti kapal selam (ASW) juga hadir di perairan tenggara.
TPR melakukan latihan gabungan udara-laut di luar wilayah tenggara Taiwan. Statistik dari Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan dari 11 Juli pukul 06:00 hingga 12 Juli pukul 06:00 memperlihatkan ada 34 pesawat yang memasuki zona pertahanan udara (ADIZ) Taiwan. Kekuatan tentara komunis untuk mengganggu Taiwan meningkat signifikan jika dibandingkan dengan kehadiran 1 atau 2 pesawat militer beberapa hari lalu.
Kementerian Pertahanan Nasional menyampaikan bahwa Tentara Nasional terus menggunakan misi pesawat udara, kapal, dan sistem misil untuk memonitor secara dekat dan merespons hal itu.