History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pertemuan ASEAN-plus-three Dimulai Hari Ini, Bahas Isu Laut Tiongkok Selatan dan Ekonomi

  • 13 July, 2023
  • 鄭蕙玲
Pertemuan ASEAN-plus-three Dimulai Hari Ini, Bahas Isu Laut Tiongkok Selatan dan Ekonomi
Pertemuan ASEAN-plus-three Dimulai Hari Ini, Bahas Isu Laut Tiongkok Selatan dan Ekonomi (foto: ASEAN)

(Taiwan, ROC) Reuters melaporkan, Menteri luar negeri ASEAN pada hari Kamis ini (13/7) bersama dengan pejabat dari RRT, Jepang dan Korea Selatan berdialog dalam pertemuan ASEAN-plus-three, membahas kerja sama ekonomi yang kompetitif di Laut Tiongkok Selatan.

Kemenlu RRT menyampaikan, Menlu Qin Gang (秦剛) dikarenakan kondisi kesehatan sehingga berhalangan, RRT mengutus diplomat tertinggi, Direktur Kantor Pusat Kesekretariatan Urusan Luar Negeri Wang Yi (王毅) untuk menghadiri pertemuan ini.

Menlu Jepang, Yoshimasa Hayashi dan Menlu Korea Selatan Park Jin juga akan menghadiri pertemuan ini.

ASEAN-plus-three terbentuk pada tahun 1997 setelah krisis moneter Asia, bertujuan membina hubungan ekonomi antara negara-negara ASEAN yang sedang berkembang dengan negara maju Asia Timur.

ASEAN yang beranggotakan Indonesia sebagai tuan rumah untuk tema tahun ini, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Kamboja, Vietnam, Laos, Filipina dan Mynamar.

Pakar menyampaikan, isu Laut Tiongkok Selatan menjadi topik yang perlu diprioritaskan, dikarenakan RRT mengklaim hampir semua perairan jalur strategis, sebagian besar negara ASEAN mengeluh pemerintah Beijing menguasai territorial tumpang tindih di Laut Tiongkok Selatan.

Profesor Universitas Pelita Harapan di Jakarta, Aleksius Jemadu mengatakan, mempertimbangkan situasi tegang di Laut Selatan belakangan ini, maka Laut Tiongkok Selatan menjadi salah satu topik pembahasan dalam ASEAN-plus-three.

Laut Tiongkok Selatan merupakan satu jalur pelayaran yang penting, menjadi rantai pasokan global penting bagi Tokyo dan Seoul.

Pemerintah Beijing kian menguasai territorial ini membuat pihak Barat dan Asia merasa kuatir, pemerintah Beijing juga memberi tekanan kepada Taiwan, sementara kapal patroli RRT juga mengalami konflik dengan kapal dari negara lain.

Pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah mengatakan, Myanmar yang terjadi kudeta, juga akan menjadi topik pembahasan dan mengharapkan ada solusi pemecahan, karena ini adalah masalah pelik yang memecahbelah anggota ASEAN. Ia menambahkan, Jepang dan Korea Selatan bersedia menghadang Myanmar bergabung dalam kekuatan RRT.

Pasca pandemi COVID-19, beberapa hari terakhir ini ASEAN menggelar pertemuan, membahas kerja sama yang lebih baik untuk memulihkan kesehatan dan ekonomi supaya kawasan Pasifik menjadi salah satu kawasan penting untuk pertumbuhan ekonomi dunia.

Komentar

Terbarumore