(Taiwan, ROC) – Ketua Institut Amerika di Taiwan (AIT) Laura Rosenberger pada Jumat (7/7) menggelar diskusi meja bundar dengan media di markas besar AIT di Washington, guna berbagi pengalaman dan impresi sejak menjabat.
Laura Rosenberger menyampaikan, Amerika Serikat (AS) sangat menghormati demokrasi di Taiwan. Taiwan adalah mercusuar demokrasi regional dan global. AS mendukung penyelenggaraan pemilihan yang bebas dan adil di Taiwan, tanpa memihak salah satu pihak dan juga menentang campur tangan kekuatan asing.
Menghadapi penafsiran luar jika pertemuan antara pejabat Amerika dan kandidat adalah “wawancara”, Laura Rosenberger menegaskan jika tujuan dari pertemuan tersebut bukanlah wawancara dan sama sekali bukanlah wawancara. Pertemuan tersebut lebih mengarah ke sebuah upaya untuk saling memahami, dan ini sangat penting bagi mitra yang ingin bekerja sama secara erat seperti AS dan Taiwan.
Ketika Laura Rosenberger mengunjungi Taiwan pada awal bulan Juni, dirinya bertemu dengan Wakil Presiden dan kandidat presiden 2024 dari Partai Progresif Demokrat (DPP) Lai Ching-te (賴清德), Wali Kota New Taipei dan kandidat presiden dari Partai Kuomintang (KMT), Hou You-yi (侯友宜) dan Ketua Partai Taiwan People's Party (TPP), Ko Wen-je (柯文哲).
Pemerintahan Presiden Joe Biden baru-baru ini menyetujui penjualan senjata baru kepada Taiwan, dan dikritik oleh Republik Rakyat Tiongkok (RRT) karena dianggap menciptakan ketegangan di Selat Taiwan. Laura Rosenberger menyampaikan, komitmen dan dukungan AS terhadap pertahanan diri Taiwan akan terus berlanjut, dan tindakan AS tidak akan dipengaruhi oleh “keluhan yang sangat lantang” dari Beijing.
Ketika membahas masalah mengenai penghindaran pajak ganda antara Taiwan dan AS, Laura Rosenberger menyebutkan jika Washington merasa sangat memperhatikan isu ini dan tengah mencari solusinya. Komite Hubungan Luar Negeri di Senat Federal AS juga dijadwalkan akan membahas “Undang-Undang Perjanjian Pajak Taiwan” (Taiwan Tax Agreement Act) pada minggu depan.