History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kementerian Pertahanan Nasional Konfirmasi Penjualan Bom Berdaya Ledak Tinggi oleh Militer AS ke Taiwan akan Berlaku Sebulan Kemudian

  • 30 June, 2023
  • 陳柏萇
Kementerian Pertahanan Nasional Konfirmasi Penjualan Bom Berdaya Ledak Tinggi oleh Militer AS ke Taiwan akan Berlaku Sebulan Kemudian
Kementerian Pertahanan Nasional Konfirmasi Penjualan Bom Berdaya Ledak Tinggi oleh Militer AS ke Taiwan akan Berlaku Sebulan Kemudian

 (Taiwan, ROC) -- Kementerian Pertahanan Nasional (MND) Taiwan pada Jumat (30/6) mengumumkan, pemerintah Amerika Serikat (AS) telah melalui prosedur "pemberitahuan kepada Kongres" pada tanggal 29 Juni waktu Timur AS untuk menjual senjata kepada Taiwan sebesar 440,2 juta dolar AS yang mencakup "amunisi meriam kaliber 30 mm" dan "pesanan komponen kendaraan tempur nomor 2 ". Penjualan ini diharapkan akan berlaku secara resmi setelah satu bulan.

Ini adalah penjualan senjata ke-10 yang dilakukan sejak Presiden AS, Joe Biden menjabat pada Januari 2021 dan juga merupakan penjualan senjata kedua tahun ini.

MND menyebutkan, AS terus memberikan senjata pertahanan kepada Taiwan berdasarkan "Undang-Undang Hubungan dengan Taiwan" dan "Enam Jaminan". Dalam penjualan senjata "amunisi meriam kaliber 30 mm", terdapat tiga jenis amunisi yang termasuk di dalamnya, yaitu amunisi peledak tinggi, amunisi penembus lapis baja, dan amunisi latihan, yang diperlukan untuk persediaan amunisi pertahanan dan menjaga stabilitas regional.

Dalam menghadapi peningkatan tekanan militer dan tindakan abu-abu yang terus dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT), pengumuman penjualan senjata oleh AS kepada Taiwan kali ini tidak hanya akan membantu dalam membangun kemampuan Taiwan dalam menghadapi ancaman militer dari PKT, tetapi juga akan memperkuat ketahanan pertahanan Taiwan dan memenuhi kebutuhan latihan dan operasi militer.

Pada 30 Juni siang, Kementerian Pertahanan mengumumkan bahwa sekitar pukul 8 pagi, mereka terus-menerus mendeteksi adanya 24 kali penyeberangan oleh berbagai jenis pesawat militer Tiongkok, termasuk J-10, J-11, J-16, Su-30, dan H-6, di antaranya 11 kali melintasi garis tengah. Selain itu, terdapat 5 kapal perang Tiongkok yang berpartisipasi dalam patroli kesiapan tempur bersama. Kementerian Pertahanan menekankan bahwa Angkatan Bersenjata Taiwan menggunakan metode pemantauan gabungan untuk memantau secara menyeluruh aktivitas militer Tiongkok, dan telah mengirimkan pesawat tugas, kapal, dan sistem rudal pantai untuk memantau dan meresponsnya.

Komentar

Terbarumore