(Taiwan, ROC) – Perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan terus mendapat perhatian dari negara-negara dengan nilai-nilai yang serupa. Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu (吳釗燮) dalam sebuah wawancara dengan media Jerman baru-baru ini, menghimbau masyarakat internasional untuk terus memperhatikan upaya Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk menggunakan kekuatan militer terhadap Taiwan, dan bekerja sama dalam mencegah terjadinya perang. Pemerintah Amerika Serikat (AS) juga menyatakan, situasi di Selat Taiwan merupakan isu yang sangat penting bagi dunia secara keseluruhan. Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan menuturkan, stabilitas di Selat Taiwan adalah perhatian dunia global dan merupakan inti keamanan dan kemakmuran di wilayah Indo-Pasifik. Pemerintah Taiwan akan terus memperdalam hubungan dengan AS dan mitra-mitra keamanan lainnya guna bersama-sama mendorong perdamaian, stabilitas dan kemakmuran di Selat Taiwan dan wilayah Indo-Pasifik.
Menlu Taiwan Joseph Wu (吳釗燮) dalam sebuah wawancara pada acara “Conflict Zone” di Deutsche Welle (DW) pada Rabu (21/6) menyatakan, “baru-baru ini muncul suara dukungan baru dari Eropa yang menyadari perdamaian di Selat Taiwan tak terpisahkan dari keamanan dan kemakmuran global.”
Ketua Institut Amerika di Taiwan (AIT) Laura Rosenberger saat menghadiri sebuah acara pada Rabu (21/6) waktu Amerika bagian timur, mengatakan “Negara-negara Eropa juga harus membuat Beijing menyadari, jika status quo atau stabilitas di Selat Taiwan terganggu, hal itu tidak hanya berdampak pada Amerika Serikat, tetapi juga berdampak pada dunia secara keseluruhan.”
Dalam konteks yang lebih baru, dalam komunike bersama dari pertemuan puncak G7 pada Selasa (20/6) di Hiroshima, Jepang, menegaskan kembali perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan adalah bagian integral dari keamanan dan kemakmuran masyarakat internasional. Mereka mendesak penyelesaian damai untuk masalah lintas selat dan dengan tegas menentang perubahan status quo dengan kekerasan atau ancaman. Selanjutnya, pernyataan bersama dari KTT antara Presiden Dewan Eksekutif Uni Eropa, Presiden Dewan Uni Eropa dan Presiden Korea Selatan, pernyataan bersama dari Pertemuan Puncak Klub Formosa di wilayah Eropa, pernyataan bersama dari Inggris dan Swedia, serta pernyataan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken saat berkunjung ke Negeri Tirai Bambu, semuanya menyampaikan pentingnya pihak Amerika Serikat dan Eropa dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
MOFA Taiwan menegaskan, Taiwan berdiri di garis terdepan dalam mempertahankan kebebasan dan demokrasi, serta akan terus mendalami kerja sama dengan mitra demokrasi internasional untuk bersama-sama mempertahankan tatanan internasional berbasis aturan, serta mendorong perdamaian, stabilitas dan kemakmuran di Selat Taiwan dan wilayah Indo-Pasifik.