(Taiwan, ROC) --- Dalam survei yang baru dirilis belakangan ini, jajak pendapat dari kandidat Partai Kuomintang (KMT), Hou You-yi (侯友宜) diberitakan berada di urutan ketiga. Saat ditemui dalam berbagai kegiatan yang diikutinya beberapa hari ini, Hou You-yi terlihat lebih terang-terangan dalam menyerang pesaing politiknya.
Saat memimpin rapat dengan anggota dewan kota hari ini (21/6), Hou You-yi mengkritik langkah kandidat presiden dari Partai Progresif Demokratik (DPP), William Lai (賴清德), sebagai langkah yang hanya menghambur-hamburkan uang.
Satu hari sebelumnya, William Lai pernah menyampaikan, bahwa dirinya akan memberikan subsidi uang kuliah untuk membantu seluruh mahasiswa Taiwan, baik yang kuliah di perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Selain melancarkan kritik kepada William Lai, Hou You-yi juga mengkritik pesaingnya yang lain, yang berasal dari Taiwan’s Peoples Party (TPP), yakni Ko Wen-je (柯文哲).
“Ucapan Ko Wen-je tidak konsisten dengan apa yang pernah dilontarkan sebelumnya,” ucap Hou You-yi.
William Lai sebelumnya diberitakan sempat menyampaikan pernyataan politiknya bahwa ia akan memberikan subsidi kepada setiap mahasiswa Taiwan, baik mereka yang kuliah di universitas negeri maupun swasta.
Menanggapi pernyataan William Lai tersebut, Hou You-yi kembali mempertanyakan mengapa perencanaan tersebut baru direalisasikan saat ini, setelah pemerintah Partai DPP berkuasa selama 8 tahun lamanya.
Apalagi hal tersebut diungkapkan ke publik sebelum perhelatan pemilu presiden akan dilangsungkan pada tahun mendatang.
Bagaimana dengan nasib para pelajar yang kini sudah lulus tetapi masih harus membayarkan utang SPP mereka?
Hou You-yi melanjutkan, hal yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah adalah memperkuat integrasi antara sektor pendidikan dengan rantai perindustrian. Dengan demikian bisa mempercepat peluang mahasiswa yang baru lulus untuk langsung terjun ke dunia pekerjaan.
Di samping itu, pemerintah juga sudah sepatutnya mempromosikan perdamaian lintas selat, sehingga generasi muda tidak perlu cemas dengan kemungkinan pecahnya perang.
Hou You-yi mengatakan, “Langkah menghambur-hamburkan uang ini tidaklah tepat. Bagi-bagi uang sebelum pemilu tiba, tentunya semua mata masyarakat bisa melihat.”
Di lain pihak, kandidat presiden dari Partai TPP, Ko Wen-je menganjurkan agar pemerintah memulai kembali negosiasi perdagangan jasa lintas selat. Pernyataan Ko tersebut dinilai bertolak belakang dengan apa yang pernah dikatakannya sebelumnya, yakni dirinya menentang program Perdagangan Jasa, yang sempat akan dipromosikan oleh pemerintahan mantan Presiden Ma Ying-jeou (馬英九).
Hou You-yi menyampaikan, Ko Wen-je seringkali bersikap seperti demikian, yakni tidak konsisten dan berubah-ubah.
“Saya hanya menyampaikan fakta di lapangan. Yang saya lihat memang seperti demikian, saya sering melihat dia hanya bisa berkata-kata, tanpa ada akhir yang jelas,” tambah Hou You-yi.
Hou You-yi menyampaikan kembali gagasan untuk mempromosikan PLT Nuklir. Wakil Perdana Menteri, Cheng Wen-tsan (鄭文燦) merasa bahwa pernyataan Hou You-yi tidak konsisten dengan apa yang pernah diucapkannya terdahulu.
Hou You-yi sekali lagi menekankan, masalah limbah nuklir adalah tanggung jawab dari pemerintah pusat dan tidak sepatutnya dilimpahkan kepada otoritas di daerah.
Kota New Taipei memiliki satu ketegasan, jika ingin menggunakan PLT Nuklir, maka otoritas berwenang harus mencanangkan mekanisme keamanan yang relevan.
“Terutama saat memperhitungkan berapa lama limbah tersebut akan disimpan di Kota New Taipei. Apakah limbah tersebut akan disimpan sementara atau permanen?” terang Hou You-yi.
Pemerintah pusat sudah seharusnya memiliki perencanaan yang matang, untuk kemudian diterangkan kepada dunia luar.
Menanggapi kunjungan Menteri Luar Negeri, Antony Blinken ke Tiongkok, Hou You-yi menyampaikan, dirinya sangat senang melihat adanya dialog yang dilakukan oleh AS dengan Tiongkok. Hal ini tentunya akan berdampak positif pada hubungan lintas selat.
Ia juga menyambut baik jalinan pertukaran praktis yang telah dilakukan oleh Partai KMT dan jajaran pemerintah Kabupaten Taitung dengan otoritas Tiongkok.
Hou You-yi menambahkan, masalah ekonomi dan mata pencaharian masyarakat hanya bisa terselesaikan melalui dialog dan pertukaran yang didasarkan ketulusan.
“Jangan sedikit-sedikit menyalahkan reunifikasi militer,” lanjut Hou You-yi