(Taiwan, ROC) - Dalam proses transformasi digital dan transformasi emisi nol bersih, selain pelestarian lingkungan harus dijaga, sikap toleran harus diadopsi dan bantuan harus diberikan pada pihak yang terbelakang.
Demikian ditegaskan Wakil Presiden William Lai (賴清德) melalui sambutan pada inaugurasi Institut Iklim Taiwan oleh Kemitraan Iklim Taiwan di Taipei pada hari Senin, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni.
Wapres mengatakan, “(Pihak) yang berkemampuan dan memiliki teknologi akan memiliki ruang lingkup lebih besar untuk mencapai kesuksesan dalam masyarakat, tapi pasti ada pihak yang terbelakang. Di bawah situasi ini, kita harus pertimbangkan diadopsinya sistem yang lebih toleran untuk membantu mereka. Dengan demikian, saya percaya dalam proses transformasi iklim atau digital, saat berusaha mencapai target yang ditetapkan, kita baru tidak akan menciptakan masalah sosial yang baru.”
Lai berharap Institut Iklim Taiwan yang baru didirikan bisa berperan sebagai pendidik bakat dan talenta pemimpin berwawasan hijau di kalangan perindustrian, juga bertugas membantu Taiwan melangkah menuju target emisi nol bersih pada tahun 2050.
Pada acara yang sama, Menteri Ekonomi Wang Mei-hua (王美花) mengetengahkan, emisi nol bersih pada 2050 adalah target yang tidak mudah dicapai, selain karena orientasi ekspor Taiwan membentuk tekanan rantai pasokan yang berat, juga disebabkan banyak usaha kecil dan menengah (UKM) yang membentuk rantai pasokan sejumlah perusahaan besar masih belum menyelesaikan pekerjaan pengurangan karbon.
Semua ini membutuhkan pengaturan, dan Institut Iklim Taiwan akan berperan penting dalam prosesnya, tutur Wang.