(Taiwan, ROC) --- Apakah Ketua Taiwan People’s Party (TPP), Ko Wen-je (柯文哲) akan bekerja sama dengan pendiri Hon Hai Group, Terry Gou (郭台銘), dalam pemilihan presiden tahun 2024 mendatang?
Menjawab pertanyaan di atas, Ko Wen-je saat ditemui di Pulau Kinmen hari ini (31/5) menyampaikan bahwa dirinya harus memperbanyak teman daripada musuh.
Hal tersebut adalah prinsip yang senantiasa dikumandangkan oleh para anggota legislator dari Partai TPP, yakni harus mengedepankan semangat persatuan. Ko Wen-je juga percaya bahwa dirinya dengan sosok pendiri Hon Hai memiliki fungsi yang saling melengkapi. Dan sejauh ini, dirinya belum menyentuh pembahasan perihal pencalonan Terry Gou dalam pelaksanaan pemilu mendatang.
Interaksi antara Ko Wen-je bersama dengan Terry Gou di Pulau Kinmen telah menarik banyak perhatian awak media. Saat ditanya perihal kemungkinan kerja sama antar keduanya, Ko Wen-je hanya menjawab singkat, “akan diputuskan sejalan dengan waktu”.
Ketua Partai TPP tersebut kembali menegaskan bahwa dirinya akan menyatukan seluruh kekuatan yang ada saat ini. “Tidak ada masalah dengan perihal kerja sama. Kami akan menyatukan seluruh kekuatan yang bisa diajak kerja sama. Perbanyak teman dan kurangi jumlah musuh. Hal ini sama dengan semangat yang diperlihatkan para anggota legislator dari Partai TPP, yakni menggelar kerja sama dengan siapa pun.”
Ko Wen-je menyampaikan, dirinya berharap sosok calon Wapres yang akan mendampinginya dalam pilpres mendatang adalah seorang pengusaha, warga yang berasal dari selatan atau sentral Taiwan dan memiliki peran yang saling melengkapi.
Dirinya percaya, Terry Gou memiliki peran yang ia harapkan, tetapi sumber suara dukungan keduanya ditakutkan akan tumpang tindih.
“Ia belum tentu mau menjadi wakilmu,” tambah Ko Wen-je sambal menjelaskan bahwa dirinya belum mendiskusikan perihal kerja sama dalam pencalonan kandidat pilpres tahun 2024.
Ketika ditanya pendapatnya perihal hubungan lintas selat, Ko Wen-je menyampaikan, persoalan antar selat tidak bias diselesaikan dengan hanya mengumandangkan perdamaian. Taiwan di lain pihak harus memiliki kekuatan pertahanan yang mumpuni. Jika dialog digelar tanpa adanya persiapan, maka hal ini dicemaskan akan dipandang sebelah mata oleh mereka.
Perihal pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Kinmen dengan Xiamen, Ko Wen-je menjawab, jika benar-benar direalisasikan, maka proyek konstruksi tersebut tidak hanya bisa meningkatkan efisiensi, melainkan bisa mempercepat pembangunan di kawasan Kinmen.