(Taiwan, ROC) - Tahap pertama latihan militer di atas meja dari rangkaian latihan militer tahunan Han Kuang Taiwan resmi dimulai pada hari Senin, menyimulasikan tanggapan angkatan bersenjata terhadap potensi invasi Tiongkok berdasarkan ancaman terbaru dari Tentara Pembebasan Rakyat (TPR).
Menurut Mayor Jenderal Lin Wen-huang (林文皇) yang bertanggung jawab atas perencanaan latihan militer Han Kuang di Kementerian Pertahanan Nasional (MND), seperti tahun-tahun sebelumnya, Han Kuang tahun ini digelar dalam dua tahap, yang pertama yakni latihan simulasi perang akan diadakan dari hari Senin hingga Jumat ini, sedangkan latihan tembakan langsung dijadwalkan pada 24-28 Juli.
Lin menerangkan, latihan perang di atas meja akan dilakukan menggunakan platform Joint Theatre Level Simulation (JTLS) buatan Amerika Serikat (AS) untuk menyimulasikan operasi sipil-militer gabungan pada tingkat operasional, dan kemampuan personel militer untuk mengoordinasikan dan meluncurkan respons terhadap invasi Tongkok.
Lin mengatakan, “Latihan simulasi berbasis komputer akan diadakan dari tanggal 15 hingga 19 Mei. Didasarkan pada berbagai kemungkinan aksi invasi musuh ke Taiwan pada tahap sekarang, eskalasi latihan militer TPR untuk mengusik Taiwan dalam setahun terakhir, hasil simulasi latihan di masa lampau, perkembangan Perang Rusia-Ukraina, serta perubahan pada era pasca pandemi, angkatan bersenjata akan mengadakan latihan 24 jam per hari dengan platform JTLS sepanjang lima hari empat malam.”
Untuk diketahui, latihan militer Han Kuang telah diadakan setiap tahun sejak 1984, dalam bentuk latihan tembakan langsung dan latihan simulasi perang, untuk menguji kesiapan tempur Taiwan dalam menghadapi kemungkinan invasi Tiongkok.
Latihan edisi ke-39 pada tahun ini dianggap sebagai latihan militer terpenting Taiwan yang akan melibatkan semua cabang angkatan bersenjata.