(Taiwan, ROC) - Sebuah delegasi parlemen Swedia telah tiba di Taiwan untuk kunjungan enam hari di mana mereka akan bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dan pejabat senior lainnya.
Delegasi tersebut, yang terdiri dari anggota parlemen Swedia Markus Wiechel, Sara Gille, Nima Gholam Ali Pour, dan Rasmus Giertz, tiba di Taiwan pada Minggu dan akan berkunjung hingga hari Sabtu, demikian kata Kementerian Luar Negeri (MOFA) dalam sebuah keterangan pers.
Menurut MOFA, selama berada di Taiwan, anggota parlemen akan bertemu dengan Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Wellington Koo (顧立雄), Wakil Ketua Yuan Legislatif Tsai Chi-chang (蔡其昌), dan Menteri Luar Negeri Joseph Wu (吳釗燮).
Anggota parlemen Swedia juga akan mengunjungi Kementerian Ekonomi, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, dan institusi medis, pendidikan dan budaya lainnya untuk mempelajari perkembangan sosial dan ekonomi terbaru di Taiwan, jelas MOFA.
Ini adalah kelompok pertama anggota parlemen Swedia yang mengunjungi Taiwan sejak April 2022.
MOFA menyebut kunjungan delegasi tersebut sebagai contoh terbaru dari hubungan yang menghangat antara Swedia dan Taiwan, juga mencatat bahwa Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson pernah menyatakan keprihatinan atas ancaman militer Tiongkok terhadap Taiwan dalam pidato parlementer pertamanya pada Oktober 2022.
Di bagian kebijakan luar negeri, Kristersson mengungkapkan kekhawatiran atas retorika terbaru Tiongkok terhadap Taiwan, juga menegaskan bahwa "ancaman kekuatan militer tidak dapat diterima. Ini berlaku untuk semua negara, khususnya anggota tetap Dewan Keamanan PBB."
Hubungan Swedia-Tiongkok harus "didasarkan pada strategi bersama Eropa dengan hubungan transatlantik yang jelas," tegas Kristersson, menambahkan bahwa "Swedia tidak akan pernah menerima bahwa negara-negara agresif melanggar kebebasan negara demokratis dan hak negara tersebut untuk menentukan nasib sendiri."