History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Frank Hsieh: Berharap Perdamaian dan Stabilitas di Selat Taiwan Menjadi Konsensus Global

  • 12 May, 2023
  • 陳柏萇
Frank Hsieh: Berharap Perdamaian dan Stabilitas di Selat Taiwan Menjadi Konsensus Global
Frank Hsieh: Berharap Perdamaian dan Stabilitas di Selat Taiwan Menjadi Konsensus Global

(Taiwan, ROC) – Mengenai Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menyatakan jika perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan adalah hal yang penting, Kepala Kantor Perwakilan Taiwan di Jepang, Frank Hsieh (謝長廷) dalam sebuah wawancara dengan media Taiwan pada Kamis (11/5) mengemukakan, ini adalah kepentingan bersama dunia dan berharap dapat menjadi konsensus G7 dan diperluas ke G20 serta seluruh dunia.

Media Nikkei Jepang kemarin juga memuat isi wawancara dengan PM Fumio Kishida. Fumio Kishida menyampaikan, perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan tidak hanya penting bagi Jepang, tetapi juga bagi perdamaian dan kemakmuran seluruh masyarakat internasional, serta berharap masalah ini dapat diselesaikan secara damai melalui dialog. Pada pertemuan Menteri Luar Negeri G7 yang digelar pada bulan April yang lalu telah mencapai konsensus mengenai hal ini, dan diharapkan negara-negara dengan pandangan yang serupa dapat mencapai kesepakatan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang akan diadakan di Hiroshima pada pekan depan.

Frank Hsieh (謝長廷) ketika menjawab pertanyaan dari wartawan CNA pada konferensi pers rutin kemarin membeberkan, Jepang dalam 3 tahun terakhir telah menekankan akan pentingnya perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan dalam pertemuan-pertemuan internasional, baik itu dalam pertemuan menteri pertahanan dan luar negeri dengan negara-negara asing (Dialog 2+2), pertemuan pemimpin negara atau pertemuan Keamanan Empat Negara (Quad) antara Amerika Serikat, Jepang, India dan Australia. Taiwan tentu saja menyambut baik hal tersebut.

Frank Hsieh (謝長廷) menyebutkan, perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan tidak dapat diubah secara sepihak oleh negara manapun atau kekuasaan hegemoni yang menggunakan kekuatan militer. Konsep ini adalah kepentingan bersama dunia dan masyarakat Internasional. Dirinya berharap hal ini dapat menjadi konsensus G7 yang kemudian diperluas ke G20 dan seluruh dunia. Karena perdamaian adalah kepentingan bersama seluruh dunia dan merupakan kepentingan inti, dirinya berharap Jepang dapat berperan sebagai pemimpin dan memiliki pengaruh yang lebih besar dalam hal ini di tingkat global.

Jepang adalah Tuan Rumah KTT G7 pada tahun ini (2023), dan akan digelar di Hiroshima pada tanggal 19-21 Mei mendatang.

Frank Hsieh (謝長廷) menyampaikan jika Taiwan tidak dapat menghadiri KTT G7, namun mereka memiliki harapan, berharap Jepang dapat dengan tegas mendorong penerimaan dan konsensus internasional terhadap prinsip “menentang perubahan status quo dengan kekuatan militer”. Selain itu, Jepang juga mendorong “Dunia bebas senjata nuklir”, yang merupakan kondisi penting bagi perdamaian. Frank Hsieh (謝長廷) berharap Jepang dapat memiliki pengaruh yang lebih besar, yang tentunya juga akan menguntungkan Taiwan.

Dirinya menambahkan, hubungan internasional belakangan ini semakin intens dan perhatian terhadap Taiwan semakin meningkat, dengan sebagian besar perhatian tersebut berkaitan dengan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan. Hal ini mencerminkan perbedaan antara masyarakat internasional yang bebas dan masyarakat otoriter.

Komentar

Terbarumore