(Taiwan, ROC) Pangkalan batalyon II militer cadangan di Taoyuan mulai tanggal 8 Mei mengadakan pelatihan, pertama kali ada militer cadangan wanita yang bersedia ikut serta, total ada 14 orang, menjalani pelatihan militer hingga 12 Mei. Presiden Tsai Ing-wen pada pagi hari Kamis ini (11/5) secara khusus datang dan meninjau dan menyaksikan latihan militer termasuk pelepasan tembakan. Dalam sambutan Presiden Tsai Ing-wen mengatakan, berharap untuk pelatihan militer kali ini membuat para tentara tanggap menghadapi kondisi tak menentu dalam medan pertempuran.
Presiden Tsai Ing-wen mengemukakan, pendidikan kali ini mengadopsi metode “riil”, agar setiap orang dapat menghadapi berbagai situasi pertempuran.
Presiden Tsai Ing-wen secara khusus meminta Kementerian Pertahanan untuk mendalami langkah pendukung untuk memahami pengalaman kali ini dan mengharapkan di masa mendatang semakin banyak wanita yang ikut bergabung.
Presiden Tsai mengatakan, “bagi mereka yang ikut bergabung tidak hanya memperkuat cadangan militer saja, juga semakin memperkuat mekanisme persiapan, saya juga meminta Kementerian Pertahanan memanfaatkan pengalaman wanita yang mengikuti pelatihan militer, meninjau dan merapikan langkah pendukung yang relevan, saya mengharapkan di masa mendatang akan semakin banyak tentara wanita yang ikut pelatihan.”
Presiden Tsai mengemukakan, Taiwan sebagai garda terdepan kubu pertahanan demokrasi, wajib solid dan dunia dapat melihat tekad pertahanan negara yang tidak membedakan gender, ia mengharapkan agar tentara yang dipanggil kembali ke pangkalan militer mendapat latihan yang berbeda, juga menekankan pemerintah akan berlanjut memberikan pelatihan militer yang semakin sempurna.