(Taiwan, ROC) – Dalam kunjungan delegasi yang berkaitan dengan upaya Taiwan untuk bergabung dalam Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP), Ketua Biro Pemuda Partai Liberal Demokrat dan anggota parlemen Jepang, Norikazu Suzuki ketika menerima wawancara di Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada hari Kamis (4/5) menyatakan dukungannya terhadap upaya Taiwan untuk bergabung dalam CPTPP. Lagipula, setelah dirinya kembali ke Jepang dari kunjungannya ke Taiwan, Norikazu Suzuki keesokan harinya melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, serta secara terus terang membahas isu-isu terkait CPTPP dan partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional. Sebagai Ketua Biro Pemuda Partai Liberal Demokrat dan anggota parlemen Jepang, Norikazu Suzuki berjanji untuk melakukan upaya-upaya yang sesuai terkait isu ini.
Anggota parlemen Jepang, Norikazu Suzuki memimpin delegasi yang terdiri dari Fujiwara Takashi, Daisuke Nishino dan beberapa anggota parlemen lainnya berkunjung ke Taiwan, serta bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dan Wakil Presiden William Lai (賴清德) dalam sebuah jamuan makan siang, kemudian menerima wawancara media di MOFA sebelum menghadiri jamuan makan malam yang digelar oleh Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu (吳釗燮). Norikazu Suzuki menuturkan, Presiden Tsai membahas isu-isu terkait partisipasi Taiwan dalam CPTPP, dll. Dirinya yang juga menjabat sebagai Ketua Biro Pemuda Partai Liberal Demokrat Jepang menyambut baik dan mendukung upaya Taiwan untuk bergabung dalam CPTPP.
Mengenai situasi pada kawasan regional dan Selat Taiwan, Norikazu Suzuki menunjukkan, dalam pertemuan Menteri Luar Negeri G7 baru-baru ini kembali menegaskan jika perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan tidak hanya penting bagi Jepang dan Taiwan, tetapi juga menjadi perhatian internasional dan ini adalah kebijakan dasar. Norikazu Suzuki menegaskan, menjaga perdamaian dan stabilitas adalah hal yang sangat penting, serta tidak akan menerima tindakan yang berkeinginan untuk mengubah status quo dengan kekerasan. Oleh karena itu, kita perlu melakukan persiapan yang diperlukan.
Norikazu Suzuki menambahkan, kunjungannya ke Taiwan kali ini tidak ada melakukan pembahasan langsung mengenai isu keamanan, karena kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan tentang hal ini, sehingga tidak ada pembahasan khusus mengenai masalah ini.