History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Santiago Peña Sebagai Presiden Paraguay

  • 01 May, 2023
  • 陳志勇
Taiwan Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Santiago Peña Sebagai Presiden Paraguay
Presiden terpilih Paraguay Santiago Peña (Foto: Reuters)

(Taiwan, ROC) - Taiwan mengucapkan selamat atas terpilihnya Santiago Peña sebagai presiden baru Paraguay, dan bertekad untuk terus memperdalam dan mempererat hubungan dengan negara sekutu di Amerika Selatan itu, demikian diungkapkan Kementerian Luar Negeri (MOFA) melalui sebuah keterangan pers yang dirilis pada hari Senin.

MOFA menegaskan bahwa Taipei akan terus memperkuat kerja sama bilateral dan pertukaran dengan pemerintah baru Paraguay berdasarkan nilai-nilai bersama demokrasi, kebebasan dan ikatan tradisional antara kedua belah pihak, untuk menciptakan keuntungan maksimal bagi rakyat kedua negara.

Sementara itu, Kantor Kepresidenan mengemukakan bahwa Duta Besar untuk Paraguay Jose Han (韓志正) telah menyampaikan pesan ucapan selamat dari Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dan Wakil Presiden William Lai (賴清德) kepada Peña, tidak lama setelah kandidat dari Partai Colorado yang berkuasa di Paraguay itu diumumkan sebagai presiden terpilih baru dalam pemilihan presiden hari Minggu.

Juru bicara Kepresidenan Olivia Lin (林聿禪) mengatakan, “Atas terpilihnya Peña sebagai presiden di negara sahabat kita, Republik Paraguay, Kantor Kepresidenan dengan tulus mengucapkan selamat kepada negara sahabat atas kesuksesan pemilihan yang demokratis. Duta Besar untuk Paraguay, Jose Han, telah menyampaikan ucapan selamat dari Presiden Tsai, Wakil Presiden Lai, pemerintah serta rakyat Taiwan kepada presiden dan wakil presiden terpilih Paraguay; juga mengajukan kekaguman yang mendalam atas literasi demokrasi rakyat Paraguay dan keberhasilan pemilihan umum.”

Santiago Peña, seorang ekonom berusia 44 tahun dan mantan menteri keuangan yang telah berjanji untuk mempertahankan hubungan diplomatik enam dekade antara Paraguay dan Taiwan, meraih 43% suara, jauh lebih banyak dari 27% yang dimenangkan oleh saingan kiri-tengahnya Efrain Alegre yang mendukung pengalihan pengakuan diplomatik dari Taiwan ke Tiongkok.

Hasil pemilihan meyakinkan kekhawatiran tentang potensi pemutusan persekutuan dengan Taiwan, yang kini hanya mempertahankan hubungan diplomatik resmi dengan hanya 13 negara berdaulat, setelah kehilangan beberapa sekutu pada Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak Tsai Ing-wen dari Partai Progresif Demokratik (DPP) yang pro-kemerdekaan Taiwan mengambil alih kekuasaan pada tahun 2016, sembilan negara telah mengalihkan pengakuan diplomatik ke Tiongkok, yang menganggap Taiwan dan Daratan Tiongkok sebagai satu negara yang akan dipersatukan suatu hari nanti.

Beijing mengatakan pihaknya memilih reunifikasi secara damai, tetapi berkomitmen untuk menggunakan cara militer dalam mencegah kemerdekaan Taiwan dan mencapai unifikasi secara paksaan jika perlu.

Komentar

Terbarumore