(Taiwan, ROC) Media Kyodo memberitakan, Kementerian Pertahanan Jepang kemarin (24/4) menunjuk bahwa pertama kali kapal induk Shandong RRT berlayar di Samudra Pasifik, yang menjadi markas VTOL (vertikal take-off and Landing) selama 17-23 April ada sebanyak 180 kali pesawat tempur, 100 kali helikopter. Sejak tanggal 7 April 2023, kapal induk Shandong selama 17 hari berturut-turut mencatat sebanyak 610 kali pesawat tempur dan helikopter lepas landas dan mendarat.
Kemenhan Jepang menyampaikan, pada tanggal 5 April pada kapal induk berada di sekitar pulau Hateruma, Okinawa bergerak mengarah ke timur, kemudian berlanjut berlabuh di Samudra Pasifik. Pada tanggal 23 April kapal induk bersama 4 kapal perusak berada di pulau Miyako di sekitar 420 mil laut. Pihaknya mengutus pasukan penjaga keamanan maritim untuk memantau, saat bersamaan pesawat tempur pertahanan udara ikut beroperasi untuk menanggapi aksi militer RRT.
Di samping itu, Kementerian Pertahanan Taiwan kemarin (24/4) mengatakan, pihaknya memantau pergerakan kapal induk Shandong yang melakukan aksi latihan militer di bagian barat Samudra Pasifik, kini kapal tersebut berada di jarak 120 mil laut dari Erluanbi, dianggap berkemungkinan akan melintasi perairan kawasan tenggara, selama melintas perairan Taiwan maka militer Taiwan juga mengaktifkan pasukan pertahanan udara dan sistem rudal untuk memantau dan siap siaga.
VOA mengemukakan, kapal induk Shandong adalah kapal militer perdana buatan RRT, pada tahun 2019 bergabung dalam Tentara Pembebasan Rakyat. Pada awal bulan April ini, militer RRT berada di sekitar perairan laut Taiwan menjalani latihan militer skala besar, kapal induk Shandong pertama kali melintasi selat Bashi yang berada di antara Filipina dan Taiwan, kemudian memasuki zona perairan barat daya jarak 200 km dari Taiwan, untuk latihan militer lebih lanjut.