(Taiwan, ROC) – Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) pada tahun ini diselenggarakan oleh Amerika Serikat (AS). Sebanyak 21 anggota parlemen federal baru-baru ini menulis surat bersama kepada Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken yang menyatakan, mengingat kontribusi ekonomi, budaya dan teknologi Taiwan yang penting bagi kawasan regional, pihak AS harus mengundang Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) untuk menghadiri pertemuan pemimpin APEC pada bulan November mendatang. Ketika ditanya oleh media apakah kehadiran Presiden Tsai di pertemuan pemimpin APEC akan meningkatkan peluang kemenangan Partai Progresif Demokrat (DPP) pada pemilu 2024 nanti, Perdana Menteri Chen Chien-jen (陳建仁) saat menghadiri upacara penyelesaian terowongan penanggulangan lumpur Amuping (阿姆坪) di waduk Shimen mengemukakan, partisipasi Taiwan dalam acara APEC telah memiliki preseden, lagipula memiliki jalur yang memadai. Dirinya juga mengucapkan terima kasih atas saran dari para anggota parlemen AS, serta berharap dapat mencapai hasil yang baik dalam hal ini.
Chen Chien-jen (陳建仁) mengatakan, ”Menlu Joseph Wu telah memberikan penjelasan, dan kami juga berharap dapat berunding dengan pemerintah negara-negara lain guna mencapai hasil yang terbaik.”
Bahkan ada beberapa media yang melaporkan jika Komite Angkatan Bersenjata Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat memprakirakan terjadinya perang pada tahun 2027 di Selat Taiwan, dan AS ditakutkan tidak dapat memasok Taiwan. Apakah Taiwan dapat bergantung pada dirinya sendiri? PM Chen Chien-jen (陳建仁) menyampaikan, dirinya merasa sangat senang jika negara-negara demokratis peduli terhadap stabilitas dan perdamaian di wilayah Selat Taiwan. Selain menekan dan mengancam Taiwan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) juga sangat melukai stabilitas kawasan dengan terus memperluas kekuasaannya dan merusak tatanan internasional. Negara-negara demokratis harus bersatu untuk melawan ekspansi otoritarianisme. PM Chen Chien-jen (陳建仁) juga menuturkan, Taiwan akan bekerja sama dengan negara-negara demokratis yang memiliki pemikiran serupa guna mempertahankan perdamaian di Selat Taiwan, serta mendorong kemakmuran, perdamaian, dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.