History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Panggilan Telepon Presiden AS dan Presiden Komisi Eropa, Kembali Tegaskan Perdamaian dan Stabilitas Selat Taiwan

  • 21 April, 2023
  • 陳柏萇
Panggilan Telepon Presiden AS dan Presiden Komisi Eropa, Kembali Tegaskan Perdamaian dan Stabilitas Selat Taiwan
Panggilan Telepon Presiden AS dan Presiden Komisi Eropa, Kembali Tegaskan Perdamaian dan Stabilitas Selat Taiwan

(Taiwan, ROC) –Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada 20 April melakukan panggilan telepon dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, guna bertukar pandangan tentang perjalanan Ursula von der Leyen baru-baru ini ke Beijing. Keduanya kembali menegaskan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, serta komitmen mereka untuk menjaga ketertiban internasional, hak asasi manusia, dan perdagangan yang adil.

Ursula von der Leyen bertemu dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jin-ping (習近平) di Beijing pada 6 April. Saat membahas tentang masalah Selat Taiwan dengan Xi Jinping, dirinya menekankan jika perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan merupakan "kepentingan tertinggi", ancaman sepihak dengan kekuatan militer untuk mengubah status quo tidak dapat diterima.

Setelah Ursula von der Leyen mengungkapkan kemantapan sikap Uni Eropa (UE) kepada Xi Jin-ping secara langsung, Biden berbicara dengan Van der Leyen pada 20 April melalui panggilan telepon. Menurut transkrip panggilan yang dirilis oleh Gedung Putih, keduanya membahas perjalanan Ursula von der Leyen yang baru-baru ini pergi ke Beijing dan komitmen bersama mereka untuk menjaga tatanan internasional berbasis aturan, hak asasi manusia, dan perdagangan yang adil. Joe Biden dan Van der Leyen juga kembali menegaskan pentingnya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Selain itu, keduanya juga menegaskan kembali komitmen AS dan UE untuk memastikan pihak Ukraina dapat menerima bantuan ekonomi dan keamanan yang dibutuhkannya dan akan terus bekerja sama untuk membuat Komplek Istana Kremlin membayar atas invasi Rusia. Keduanya juga membahas kerja sama untuk mempercepat transisi ekonomi energi bersih.

Komentar

Terbarumore