History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Wapres William Lai: Semua Pihak Harus Dilibatkan Saat Berhadapan dengan Otoritarianisme

  • 18 April, 2023
  • 尤繼富
Wapres William Lai: Semua Pihak Harus Dilibatkan Saat Berhadapan dengan Otoritarianisme
Wapres William Lai: Semua Pihak Harus Dilibatkan Saat Berhadapan dengan Otoritarianisme 圖:CNA

(Taiwan, ROC) --- Wakil Presiden, William Lai (賴清德) menerima kedatangan delegasi Tim Persahabatan Taiwan yang beranggotakan Majelis Nasional Prancis, yang kali ini dipimpin oleh Eric BOTHOREL. Pada tanggal 18 April 2023, William Lai menyambut kedatangan seluruh anggota di Istana Kepresidenan.

Dalam kata sambutannya, Wapres William Lai mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Prancis yang telah mendukung stabilitas Selat Taiwan, serta menekankan bahwa dalam menghadapi tekanan dari paha otoritarianisme, maka semua pihak harus dilibatkan.

Beliau kemudian mengutip semangat “Three Musketeers” yang merupakan karya penulis Alexandre Dumas, “Satu untuk Semua, Semua untuk Satu”. William Lai menambahkan, kerja sama sektor ekonomi diharapkan dapat berkembang pada aliansi di bidang pertahanan. Selama bisa menjaga semangat persatuan ini, maka kestabilan dan perdamaian pembangunan dunia dapat dipertahankan.

Delegasi yang dipimpin oleh Eric BOTHOREL kali ini diikuti oleh empat anggota, dan memulai perjalanan kunjungan mereka di Taiwan semenjak tanggal 17 April hingga 20 April 2023.

Wapres William Lai menyampaikan, meski terletak cukup jauh, tetapi Taiwan dan Prancis berbagi akan nilai-nilai yang dijunjung bersama, misal demokrasi, kebebasan, kesetaraan dan persaudaraan. Saat ini, dunia tengah menghadapi ancaman dari kebangkitan otoritarianisme, serta pilihan untuk memilih antara paham demokrasi dengan otokrasi.

Berdiri di garda terdepan dalam melawan otoritarianisme, maka Taiwan akan tegas mempertahankan kedaulatannya, serta melindungi nilai demokrasi, kebebasan, HAM dan berharap dapat bekerja sama dengan pihak sekutu di seluruh dunia, guna menjaga stabilitas regional dan pembangunan global yang damai.

Wapres menekankan, dalam menghadapi ancaman kebangkitan otoritarianisme, maka hal ini tidak hanya menjadi masalah AS dan Taiwan semata, melainkan melibatkan seluruh komunitas dunia.

Wapres William Lai mengatakan, “Kami sangat berharap seluruh dunia dapat merealisasikan semangat “Satu untuk Semua, Semua untuk Satu”, seperti yang ditulis penulis Alexandre Dumas dalam karyanya Three Musketeers. Selama kita terus bersatu, maka saya yakin kita akan mampu menstabilkan perkembangan perdamaian dunia.”

Wapres William Lai beranggapan, pendekatan spesifiknya adalah memulai kerja sama di sektor ekonomi kemudian mengarah ke aliansi keamanan.

Ia kemudian mencontohkan, dari kasus perang Ukraina – Rusia, dapat terlihat bahwa ekonomi dan keamanan adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Jika kerja sama ekonomi terjalin erat dan terdapat rasa saling percaya yang dalam, maka hal tersebut akan mampu menuntaskan persoalan keamanan dan ketertiban.

Oleh karena itu, Beliau sangat optimis ketika mengetahui pihak TSMC bergandengan tangan perusahaan asal Prancis yang bergerak di sektor material Air Liquide. Di samping itu, Prancis juga bekerja sama dengan Taiwan untuk membantu Taiwan mempromosikan perindustrian PLT Tenaga Angin.

William Lai berharap, Taiwan dan Prancis dapat memperdalam jalinan kerja sama pada masa mendatang, melalui pembentukan kelembagaan seperti negosiasi dan penandatanganan perjanjian perdagangan bebas. Dengan demikian, hubungan kerja sama antar keduanya dapat semakin saling menguntungkan.

Komentar

Terbarumore