(Taiwan, ROC) -- Prosesi arak-arakan Tandu Dewi Mazu Dajia yang diselenggarakan setahun sekali akan dimulai pada 21 April. Kelompok pecinta lingkungan "Greenpeace" membuat dua sepeda roda tiga nol emisi bersih yang diluncurkan pada tanggal 14 April 2023. Kedua sepeda ini akan mengikuti rute arak-arakan dan menyediakan layanan pengisian daya bertenaga surya bagi masyarakat sekaligus menyuarakan dampak perubahan iklim dan pentingnya energi terbarukan.
Prosesi arak-arakan Tandu Dewi Mazu Dajia tahunan akan dimulai pada tanggal 21 April larut malam, berlangsung selama 9 hari 8 malam, perjalanan sepanjang 300 km ini akan melalui Taichung, Changhua, Yunlin, Chiayi, dengan t jumlah peserta sekitar 5 juta orang.
Organisasi pecinta lingkungan "Greenpeace" dan Klenteng Xianse sebagai klenteng saudara di Distrik Sanchong, Kota New Taipei bersama-sama mengadakan konferensi pers “Lindungi Taiwan dari Bencana” di malam menjelang prosesi tanggal 14 April. Direktur Program Greenpeace Zhang Li-xin (張皪心) mengatakan, suhu di sepanjang rute arak-arakan Mazu Dajia rata-rata berkisar 25 °C - 26°C pada tahun 1988, sedangkan tahun ini mencapai 27 hingga 29°C. Jika pengurangan karbon tidak dilakukan secara aktif, suhu di sepanjang rute diperkirakan dapat melebihi 30°C pada 2050 dan akan terasa seperti 45°C bila dihitung menggunakan kelembaban sekitar 80% selama periode tersebut.
Dia mengatakan, “Kelembaban rata-rata sekitar 80%. Dibandingkan dengan suhu, sebenarnya, selama suhunya melebihi 30 derajat, suhu yang dirasakan tubuh sudah mencapai 37 derajat. Jika kita melihat tabel klasifikasi bahaya cedera termal, sebenarnya suhu sudah melonjak dari tingkat pertama ke tingkat kedua, dan akan mencapai tingkat ketiga pada tahun 2050. Gejala yang berkaitan dengan cedera panas akan segera muncul, seperti muntah, heatstroke, kepanasan parah, dan lainnya.”
Demi membangkitkan perhatian masyarakat terhadap perubahan iklim, "Greenpeace" membuat dua sepeda roda tiga nol emisi bersih yang akan dikendarai oleh personel khusus dan mengikuti tim arak-arakan di sepanjang perjalanan untuk menyediakan layanan pengisian daya bagi umat. Zhang Hao-xin mengatakan, “Kami tahu sebenarnya ada banyak orang yang antusias untuk berbagi makanan, minuman, dan barang lainnya di sepanjang jalan. Jadi, kami ingin menggunakan energi terbarukan agar semua orang melihatnya. Ini sebenarnya adalah upaya baru. Kami juga berharap akan ada lebih banyak orang yang melihat isu perubahan iklim.”
Zhang Hao-xin menekankan, ketentuan nol emisi dan perumusan kebijakan pemerintah sangat penting. Mereka berharap, calon presiden 2024 harus menjadi "pemimpin iklim" yang visioner. Mereka juga meminta kandidat calon presiden untuk melindungi penyerap karbon alami, mengembangkan energi hijau yang beragam, dan mengadakan demonstrasi melalui transportasi, konstruksi, dan acara berskala besar. Hanya dengan menerapkan sepenuhnya kebijakan berslogan “nol emisi” ke dalam kehidupan masyarakat, maka Taiwan dapat mencapai masa depan yang benar-benar sukses.