(Taiwan, ROC) --- Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) melakukan transit di Los Angeles, Amerika Serikat (AS) dalam perjalanan pulang setelah kunjungannya ke negara-negara sahabat diplomatik, serta pada 6 April pagi waktu setempat bertemu dengan media yang turut ikut dalam perjalanannya tersebut untuk minum teh. Dalam diskusinya dengan guru dan mahasiswa Universitas Hunan beberapa hari yang lalu, Mantan Presiden Ma Ying-jeou (馬英九) yang sedang mengunjungi Tiongkok mengatakan, dalam konstitusi Republik Tiongkok (ROC), baik Taiwan ataupun Republik Rakyat Tiongkok (RRT), semuanya milik satu Tiongkok. Saat media bertanya kepada Presiden Tsai apa pendapatnya, Presiden Tsai mengatakan bahwa ini adalah wacana di tahun 1970-an yang agak berbeda dengan kondisi sekarang. Ia menekankan, tujuan terpenting dalam menangani hubungan lintas selat adalah untuk menjamin kebebasan hidup dan demokrasi serta hak asasi manusia rakyat Taiwan. Dirinya juga berharap dapat melakukan yang terbaik untuk menjaga perdamaian dan stabilitas lintas selat.
Presiden Tsai mengatakan, “Melihat situasi saat ini, ada fakta yang sangat jelas, yaitu ROC dan RRT tidak terikat satu sama lain. Kedua sisi Selat Taiwan tidak saling terikat. Ini adalah fakta yang sangat jelas.”
Media bertanya kepada Tsai apakah dia berharap Wakil Presiden Lai Ching-te (賴清德) yang akan mewakili Partai Progresif Demokrat Taiwan (DPP) dalam pemilihan presiden 2024 dapat melanjutkan jalur diplomatik saat ini setelah Presiden Tsai meninggalkan jabatannya? Presiden Tsai tertawa dan mengatakan, masalah ini melampaui batas ruang dan waktu. Dia sedang berkunjung ke luar negeri dan tidak mau mengomentari pemilu dan politik dalam negeri. Namun, Presiden Tsai menekankan, dia yakin apa yang dia lakukan sekarang adalah demi kepentingan terbaik Taiwan. Jadi dia berharap penggantinya, terlepas dari partainya, dapat mempertimbangkan untuk melanjutkannya. Kepala Kantor Perwakilan Taiwan di Amerika Hsiao Bi-khim (蕭美琴) disebut akan berduet dengan Lai Ching-te sebagai calon wakil presiden berikutnya. Saat media bertanya kepada Presiden Tsai apa dia akan membujuk teman baiknya, Hsiao, untuk bergabung dengannya? Tsai meminta semua orang untuk tidak mempersulit Hsiao Bi-khim dan dia tidak ingin membicarakan politik dalam negeri pada kesempatan ini.
Mengenai tindakan RRT setelah "Pertemuan Tsai-McCharty", Presiden Tsai mengatakan bahwa kunjungan transit telah dipraktikkan sejak lama dan komunikasi tatap muka dengan AS dapat membantu stabilitas hubungan lintas selat dan perdamaian regional. Dirinya berharap RRT dapat menahan diri dan tidak bereaksi secara berlebihan. Mengenai rencana pihak Daratan Tiongkok yang ingin naik ke kapal dan memeriksa kapal Taiwan, Presiden Tsai menyampaikan, dia akan memastikan bahwa kapal dapat berlayar dengan aman dan mencegah RRT mengusik perairan teritorial Taiwan.