(Taiwan, ROC) - Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) tiba di Belize pada Minggu untuk mengadakan kunjungan tiga hari pada putaran kedua perjalanan kenegaraan ke dua sekutu Taiwan yang tersisa di Amerika Tengah.
Setibanya di Bandara Internasional Philip S.W. Goldson, Tsai dan delegasinya disambut oleh Gubernur Jenderal Belize, Froyla Tzalam; Ketua Eksekutif Kementerian Luar Negeri, Perdagangan Luar Negeri, dan Imigrasi Belize, Amalia Mai; dan duta besar Taiwan untuk Belize, Lily Hsu (徐儷文), sebelum menuju ke Belize Biltmore Plaza, di mana ia menghadiri resepsi dengan ekspatriat Taiwan.
Berbicara kepada kelompok yang terdiri dari sekitar 300 ekspatriat Taiwan, Tsai berterima kasih atas "kerja keras mereka di Belize", dengan mengatakan bahwa upaya tersebut telah berkontribusi pada penguatan hubungan antara kedua negara selama 34 tahun terjalinnya hubungan diplomatik.
Mengingat bahwa pandemi COVID-19 telah menghalangi perjalanan global selama dua tahun terakhir, Tsai mengatakan bahwa kunjungan terakhirnya ke Belize adalah pada tahun 2018 dan ia senang untuk kembali ke sana lagi sebelum akhir masa jabatan kedua dan terakhirnya sebagai presiden tahun depan.
Menurut agenda yang diumumkan menurut Kementerian Luar Negeri Taiwan, pada hari Senin, Presiden Tsai dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Belize John Briceno, menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama teknis bilateral, menyampaikan pidato di Majelis Nasional, mengunjungi sejumlah lokasi proyek bersama, dan menghadiri perjamuan yang diselenggarakan oleh Briceno dan Tzalam.
Sebelum meninggalkan Guatemala pada hari Minggu ke Belize, Tsai dan Presiden Guatemala Alejandro Giammattei mengunjungi rumah sakit yang dibangun dengan bantuan keuangan dari Taiwan.
Rumah Sakit Regional Chimaltenango, yang mendapatkan sumbangan sebesar US$22 juta dari Taiwan, dibuka pada bulan Februari untuk melayani pasien dari enam dari 22 departemen administratif di Guatemala.
Dengan kapasitas 150 tempat tidur dan 15 bidang keahlian, rumah sakit itu memberikan layanan medis kepada sekitar 2 juta orang di Kota Chimaltenango dan lima departemen administratif lainnya, menurut Tsai.
Pada hari terakhir kunjungan tiga hari Tsai ke Guatemala, Presiden Giammattei sekali lagi menyatakan terima kasih atas dukungan keuangan pemerintah Taiwan dan mengatakan bahwa persahabatan Guatemala dengan Taiwan "tidak dapat diganggu gugat."
Sekedar informasi, setelah Honduras mengalihkan pengakuan diplomatik ke Tiongkok akhir bulan lalu, Guatemala dan Belize adalah dua sekutu diplomatik Taiwan yang tersisa di Amerika Tengah, di antara total 13 di seluruh dunia.