History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kunjungan Presiden Tsai ke AS, Kemenlu Tiongkok: Telah Berkali-kali Mengusung Negosiasi

  • 30 March, 2023
  • 鄭蕙玲
Kunjungan Presiden Tsai ke AS, Kemenlu Tiongkok: Telah Berkali-kali Mengusung Negosiasi
Juru Bicara Kemenlu RRT Mao Ning (foto: twitter@MFA_China)

(Taiwan, ROC) – Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) memimpin delegasi untuk berkunjung ke Amerika Tengah dan transit di Amerika Serikat (AS). Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada 29 Maret lalu menyatakan, bahwa Tiongkok telah berkali-kali mengusung negosiasi ke pihak AS terkait dengan kunjungan transit Presiden Tsai Ing-wen. Hal ini bukan karena Tiongkok bereaksi berlebihan, tapi karena AS dianggap diam-diam endukung gerakan separatis“Taiwan merdeka”.

Presiden Tsai akan bertemu dengan Ketua DPR AS, Kevin McCarthy ketika transit di Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Tiongkok Qin Gang (秦剛) pada 28 Maret lalu mengatakan, hubungan Tiongkok – AS saat ini berada di titik terendah sejak dibentuknya hubungan diplomatik antara kedua negara.

Menurut media The Paper, Kementerian Luar Negeri Tiongkok telah menggelar konferensi pers rutin pada 29 Maret siang. Saat itu ada wartawan yang bertanya, seorang pejabat administrasi senior AS baru-baru ini menyampaikan, Tiongkok tidak memiliki alasan untuk menggunakan transitnya Tsai Ing-wen ke AS minggu ini untuk bersikap secara berlebihan. Pejabat tersebut juga mengutarakan, bahwa perjalanan tersebut juga sesuai dengan praktek yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Bagaimana komentar Tiongkok?

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning (毛寧) menyatakan bahwa Tiongkok dengan tegas menentang segala bentuk pertukaran antara Amerika Serikat dan Taiwan. Tiongkok secara tegas juga menentang pimpinan otoritas Taiwan dengan menggunakan nama dan alasan apapun untuk“melarikan diri ke AS”, sekaligus menentang pelanggaran prinsip satu Tiongkok dan segala bentuk kontak dengan otoritas Taiwan.

Ia menyebut bahwa Tiongkok telah berulang kali memberikan pernyataan serius ke pihak AS terkait dengan “kunjungan transit” Tsai Ing-wen. Kesalahan di masa lalu tidak dapat dijadikan alasan untuk kesalahan di hari ini, penumpukan kesalahan tidak dapat dimaksudkan sebagai pemberian legitimasi.

Mao Ning menyatakan, kunjungan “transit” pemimpin “otoritas Taiwan” adalah palsu, mencari“terobosan” untuk mengklaim“kemerdekaan Taiwan” adalah benar. Bukan Tiongkok yang bereaksi berlebihan, tapi AS lah secara diam-diam mendukung gerakan separatis “Taiwan merdeka”. Bukan Tiongkok yang menciptakan dan memprovokasi masalah, tapi AS dan separatis “Taiwan merdeka”.

Ia mengatakan, Tiongkok mendesak AS untuk mematuhi “prinsip satu Tiongkok” dan “tiga komunike bersama Tiongkok – AS” memastikan janji pemimpin AS untuk tidak mendukung “kemerdekaan Taiwan”, tidak mendukung adanya 2 Tiongkok ataupun 1 Tiongkok dan 1 Taiwan. Hentikan segala bentuk pertukaran resmi antara AS dan Taiwan, hentikan peningkatan hubungan substantive antara AS dan Taiwan, hentikan virtualisasi dan pelubangan prinsip satu Tiongkok, dan hentikan segala kegiatan berbahaya yang dapat merusak pondasi politik serta hubungan bilateral seraya mengklaim telah memasang pagar pembatas hubungan AS – Tiongkok.

Di akhir Mao Ning menyampaikan, “Tiongkok akan terus mengikuti perkembangan situasi secara cermat dan dengan segenap kemampuan mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorial.”

Pada tanggal 29 Maret, Kantor Urusan Taiwan dari pihak Tiongkok mengancam, bahwa jika Tsai Ing-wen melakukan kontak dengan Kevin McCarthy, maka hal tersebut telah melanggar prinsip satu Tiongkok secara serius.

Komentar

Terbarumore