(Taiwan, ROC) -- Legislator partai berkuasa Partai Progresif Demokrat Taiwan (DPP) dan Partai Demokratik Liberal Jepang (LDP) mengelar seminar “2+2” antara Taiwan – Jepang di Taipei pada hari ini 21 Maret, yang merupakan ajang pertukaran pendapat terkait hubungan luar negeri Jepan dan Taiwan serta masalah pertahanan keamanan. Hadir dalam pertemuan ini seperti Legislator DPP Lo Chih-cheng (羅致政) dan Kuo Kuo-wen (郭國文), dari pihak Jepang ada legislator LDP Iwao Horii dan Konosuke Kokuba.
Legislator DPP Kuo Kuo-wen sebelum pertemuan berlangsung menyampaikan, ini merupakan perdana sejak Wakil Presiden William Lai menjabat menjadi Ketua Partai DPP hadir dalam seminar “2+2 ”, ia berharap dapat mengembangkan hubungan Taiwan dan Jepang secara nyata. Legislator Kuo Kuo-wen. Legislator Lo Chih-cheng sebelum pertemuan menyampaikan, dampak dari pandemi sehingga beberapa kali pertemuan sebelumnya dilakukan secara online, hari ini untuk perdana berlangsung pertemuan ofline di Taipei, meskipun kedua partai belum lama ini melakukan penyesuaian personilnya, tetapi pertemuan tetap dapat berjalan.
Lo Chih-cheng(羅致政) mengatakan, “Dialog hari ini saya beranggapan ada 3 pertama, ke satu adalah setelah pertemuan virtual 2 kali, pertama kali melakukan pertemuan fisik, pertama yang kedua adalah dialog 2+2 pertama kali digelar di Taipei, pertama ketiga adalah pertama kali setelah William Lai menjabat sebagai Ketua Parpol, menggelar seminar 2+2”.
Legislator LDP Jepang Iwao Horii mengemukakan, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida yang saat ini tengah melakukan kunjungan ke India baru mencanangkan program “Free and Open Indo-Pacific (FOIP), dengan fokus utama pada politik, menentang tindakan invasi seperti yang dilakukan Rusia pada Ukraina. Iwao Horii menyampaikan, masyarakat internasional bersama-sama menjaga perdamaian dan keamanan Asia Timur, ia juga berharap pertemuan ini dapat memberikan kontribusi.
Seminar Legislator Jepang dan Taiwan berlangsung selama hampir 2 jam. Usai seminar, Lo Chih-cheng menyampaikan, kedua belah pihak melakukan pertukaran pendapat tentang hubungan luar negeri dan pertahanan keamanan internasional, juga mengungkit arahan kerja sama dalam banyak bidang, membahas topik permasalahan yang paling mengena dan keikutsertaan Taiwan dalam Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP). Namun Luo Chih-cheng mengemukakan, karena terdapatnya unsur landasan hubungan luar negeri sehingga detail isi pertemuan tidak dapat dijelaskan ke publik.