(Taiwan, ROC) Honduras berniat mengalihkan jalinan hubungan diplomatiknya dengan RRT. Dalam laporan dari media Jerman “Deutsche Welle” memberitakan bahwa Kementerian Luar Negeri telah mengetahui hal ini sejak 4 minggu lalu tetapi tidak berbuat apa-apa. Kementerian Luar Negeri hari ini (16/3) menyampaikan penjelasan, bahwa telah beberapa kali menyampaikan kesediaan Taiwan dalam batasan kemampuan yang ada untuk membantu pembangunan Honduras, untuk itu meminta media bertanggung jawab untuk memverifikasi ke mereka sebelum memberitakannya.
Deutsche Welle kemarin tanggal 15 Maret menyampaikan, mengutip sumber anonim Honduras sempat beberapa kali mengajukan permintaan bantuan untuk sumber daya pembangunan negaranya, jika Taiwan bersedia menyediakan dukungan dana bagi Honduras maka “Dapat menjamin kelanjutan hubungan diplomatik akan diperpanjang selama 12 tahun”, tetapi pemerintah Taiwan ragu-ragu dan terus tidak mengambil keputusan terkait permintaannya ini.
Deutsche Welle yang mengutip informasi sinonim mengemukakan, pemerintah Taiwan lebih berfokus pada perang Ukraina, dan salah dalam penilaian situasi di Amerika Latin. Namun Presiden Honduras dalam twitternya mengumumkan bahwa langkah ini menjadi celah dalam hubungan diplomatik, apakah Honduras akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan “atau mungkin masih ada waktu untuk mengalihkan situasi.”
Mengenai laporan dari Deutsche Welle, Kementerian Luar Negeri pagi hari ini mengemukakan, Sejak Xiomara Castro menjabat sebagai presiden pada Januari 2022, secara aktif membahas kerja sama bilateral dengan Honduras.
Kementerian Luar Negeri menyampaikan, bahwa telah berkali-kali menyatakan jika Taiwan bersedia membantu pengembangan pembangunan Honduras, bersamaan dengan itu juga telah mengingatkan Honduras untuk waspada terhadap janji yang tidak nyata.