(Taiwan, ROC) - Menteri Luar Negeri merangkap Menteri Perdagangan Internasional dan Penerbangan Sipil Saint Lucia, Alva R. Baptiste, tiba di Taiwan untuk mengadakan kunjungan lima hari, disambut di Bandara Internasional Taoyuan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan Yui Rah-ray (俞大㵢).
Melalui pernyataan singkat yang disampaikan di bandara, Baptiste mengemukakan bahwa tujuan utama perjalanan keempatnya ke Taiwan ini adalah untuk menegaskan kembali komitmen Saint Lucia pada persahabatan dengan Taiwan dan selanjutnya memperdalam hubungan bilateral.
Baptiste menekankan bahwa Saint Lucia dan Taiwan telah lama bekerja sama erat di berbagai bidang, dan berkomitmen untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi umat manusia. Ia yakin bahwa hubungan antara kedua belah pihak didasarkan pada demokrasi, kebebasan serta hak asasi manusia, dan akan terus memperdalam serta mengkonsolidasikan nilai-nilai bersama ini.
Berdasarkan agenda yang diumumkan Kementerian Luar Negeri (MOFA), semasa berada di Taiwan, Baptiste akan bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) untuk membahas proyek kerja sama bilateral.
Menurut MOFA, Baptiste dan nyonya beserta delegasi yang menyertainya, yang mencakup Menteri Pengembangan Pemuda dan Olahraga Kenson Casimir dan Senator Lisa C, Jawahir, juga akan menemui Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu (吳釗燮); melawat ke Dewan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Taiwan (TAITRA), Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (CAA), serta Asosiasi Tenis Meja Chinese Taipei; dan mengunjungi Museum Nasional Taiwan, Danau Riyuetan di Taiwan tengah, dan Taman Kultural dan Kreatif Songshan di Taipei.
MOFA mengatakan Baptiste telah bertahun-tahun mendukung partisipasi Taiwan di arena internasional, termasuk menulis surat kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Interpol, dan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCC) untuk menyerukan partisipasi Taiwan sebagai pengamat.
Republik Tiongkok, nama resmi Taiwan, dan Saint Lucia pertama kali menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1984, tetapi hubungan itu putus pada tahun 1997 ketika negara Karibia itu mengalihkan pengakuan dari Taipei ke Beijing.
Kemudian pada bulan April 2007, hubungan diplomatik Taiwan dan Saint Lucia terjalin kembali, dan akibatnya Tiongkok memutuskan hubungan resminya dengan Saint Lucia.