(Taiwan, ROC) – Banyak organisasi veteran militer telah memanggil 500 alumni Akademi Militer Republik Tiongkok (dulunya dikenal sebagai Akademi Militer Whampoa) guna menghadiri acara peringatan ulang tahun ke-99 akademi tersebut di Negeri Tirai Bambu. Namun, Asosiasi Alumni Akademi Militer Republik Tiongkok telah mengeluarkan “pernyataan serius” jika mereka bukanlah penyelenggara acara tersebut, serta mengingatkan para alumni agar dapat mempertimbangkan dengan hati-hati dan waspada agar tidak terjerat dalam konspirasi Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Ketua Umum Asosiasi Alumni Akademi Militer Republik Tiongkok, Luo Ji-qin (羅際琴) ketika menerima wawancara dari media CNA melalui panggilan telepon pada hari ini (10/3) mengemukakan, baru-baru ini terdapat banyak organisasi veteran militer telah memanggil 500 alumni Akademi Militer Republik Tiongkok untuk mengunjungi RRT dan berpartisipasi dalam “Kegiatan HUT Akademi Militer Whampoa Ke-99”, Asosiasi Alumni Akademi Militer Republik Tiongkok secara khusus mengeluarkan “pernyataan serius” jika acara tersebut tidak diselenggarakan oleh “Asosiasi Alumni Akademi Militer Republik Tiongkok”.
Luo Ji-qin (羅際琴) menyampaikan, masalah ini sebelumnya pernah dibahas pada pertemuan bersama Asosiasi Alumni Akademi Militer Republik Tiongkok ke-4 yang digelar pada 10 Februari yang lalu, tetapi tidak ada kesepakatan ataupun keputusan yang dicapai mengenai pelaksanaan kasus ini. Pada saat itu pertemuan tersebut menanggap, jika undang-undang keamanan yang terkait dengan pemerintah saat ini maka hal tersebut berpotensi menimbulkan masalah dengan mudah. Selain peserta berkemungkinan menjadi korban, juga dapat merusak reputasi Asosiasi Alumni Akademi Militer Republik Tiongkok, bahkan mempengaruhi pemilihan presiden dan anggota parlemen.
Luo Ji-qin (羅際琴) menambahkan, Negeri Panda mengundang alumni Akademi Militer Whampoa dari Taiwan untuk menghadiri perayaan ulang tahun akademi tersebut, di mana RRT bertindak sebagai tuan rumah dan Taiwan sebagai pihak yang bekoordinasi, bertujuan untuk “mengambil alih otoritas Akademi Militer Whampoa” dan beberapa peserta yang diundang mungkin memiliki pandangan “pro-reunifikasi”, sehingga dapat dengan mudah jatuh dalam konspirasi reunifikasi. Oleh karena itu, jikalau ingin menggelar perayaan maka lebih baik diselenggarakan di Taiwan.
Luo Ji-qin (羅際琴) menghimbau para alumni yang berniat untuk berkunjung dan berwisata di Daratan Tiongkok, Asosiasi Alumni Akademi Militer Republik Tiongkok selalu menghormati keinginan masing-masing individu, tetapi berharap untuk dapat lebih berhati-hati dalam berpakaian dan bertutur kata, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman akan representativitas dan hanya menimbulkan masalah yang tidak perlu.