(Taiwan, ROC) Direktur Jenderal Kantor Perwakilan Republik Tiongkok di Boston, Jonathan C.Y. Sun menyurati media AS untuk menegaskan Taiwan berkomitmen untuk mengupayakan perdamaian dan stabilitas Laut Taiwan, tidak akan mengubah status quo secara sepihak dan mengimbau kepada komunitas dunia untuk bersama mendesak RRT merespons niat baik Taiwan dan menyelesaikan perselisihan lintas selat secara damai.
Anggota kongres AS, Ro Khanna yang telah mengunjungi Taiwan pada bulan Februari lalu, memposting artikel yang termuat di Boston Globe pada tanggal 2 Maret yang menyampaikan, dukungan AS terhadap demokrasi Taiwan, menyediakan senjata pertahanan yang diperlukan, menegaskan AS selama berpuluh-puluh tahun menegaskan konsep Kebijakan Satu Tiongkok, tidak mendukung Taiwan berdaulat, saat bersamaan mendukung dialog Taiwan dan Beijing.
Artikel yang disampaikan Jonathan C.Y. Sun mendapat tanggapan dan termuat pada bulletin hari ini dengan tajuk “A crisis across the Taiwan Strait should concern the entire world”.
Konten artikel menyebutkan, apabila terjadi krisis Laut Taiwan, maka menjadi hal yang diperhatikan oleh seluruh dunia, bukan masalah internal seperti yang disebutkan oleh RRT sendiri.
Jonathan C.Y. Sun mengatakan, berkaitan dengan ketegangan lintas selat dapat memengaruhi seluruh dunia, Taiwan berlanjut dengan komitmen menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan regional. Sehubungan dengan hal ini, ditegaskan Taiwan dengan nama resmi adalah Republik Tiongkok tidak akan secara sepihak mengubah status quo di seberang Selat Taiwan dengan mendeklarasikan kemerdekaannya, karena Republik Tiongkok (Taiwan) telah lama menjadi negara berdaulat.