History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pelaku Kasus Penembakan 88 di Syuejia, Tainan Dideportasi dari Tiongkok

  • 01 March, 2023
  • 尤繼富
Pelaku Kasus Penembakan 88 di Syuejia, Tainan Dideportasi dari Tiongkok
Pelaku Kasus Penembakan 88 di Syuejia, Tainan Dideportasi dari Tiongkok

(Taiwan, ROC) – Kasus “Penembakan 88 di Syuejia, Tainan” kembali menjadi pembicaraan hangat belakangan ini. Melalui mekanisme anti-kejahatan yang digalang bersama antar selat, kedua pelaku penembakan akhirnya berhasil dideportasi dari kawasan Tiongkok ke Taiwan.

Saat ditemui dalam Sidang Interpelasi di Yuan Legislatif hari ini (1/3), Menteri Dalam Negeri Lin Yu-chang (林右昌) menyampaikan, mekanisme anti-kejahatan yang digalang antar selat tetap berjalan pada porosnya. Interaksi antar kedua belah pihak tetap terjalin dengan baik. Setelah memperoleh informasi relevan, pihak Ditjen Kepolisian Nasional (NPA) segera memberitahukan kepada unit keamanan di Tiongkok, guna menggelar proses penyidikan.

Menteri Lin Yu-chang juga menyampaikan terima kasih yang mendalam atas sikap kerja sama yang diperlihatkan oleh pihak Tiongkok.

Pelaku kasus “Penembakan 88 Syuejia, Tainan”, Kung Hsiang-chih (孔祥志) dan Hung Cheng-chun (洪政軍) berhasil ditangkap di kawasan Tiongkok pada beberapa hari lalu. Setelah diamankan, kedua pelaku pun langsung dideportasi ke Taiwan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri, Lin Yu-chang menyampaikan, mekanisme anti-kejahatan yang digalang oleh lintas selat tetap berada di porosnya, mengingat kedua belah pihak memiliki konsensus serupa dalam memerangi kasus-kasus kriminal/kejahatan.

Lin Yu-chang menuturkan, setelah memperoleh informasi yang relevan, maka pihak NPA langsung menginformasikan kepada unit keamanan Tiongkok untuk dilakukan proses pencarian. Setelah berhasil dilacak, unit keamanan Tiongkok kembali memberitahukan kepada pihak NPA.

Menanggapi aksi Tiongkok di atas, Menteri Lin Yu-chang mengucapkan terima kasih yang mendalam.

Menteri Lin Yu-chang mengatakan, “Dalam kasus penembakan 88 ini, unit kepolisian kami aktif menggelar penyidikan. Setelah didapati informasi yang relevan, maka kami pun segera memberitahukan unit keamanan di Tiongkok, untuk menggelar proses pengejaran. Setelah berhasil diamankan, pelaku pun segera dideportasi ke Taiwan. Menanggapi prosedur kerja sama yang berhasil dilakukan kali ini, kami sangat berterima kasih.”

Menteri Lin Yu-chang menuturkan, lintas selat menganut konsensus anti-kejahatan yang serupa. Mengingat mayoritas pelaku kriminal asal Taiwan lebih memilih kawasan Tiongkok sebagai tujuan pelarian diri mereka, sehingga kerja sama ini menjadi sangat penting adanya. Hubungan komunikasi yang terjalin antar kedua belah pihak juga sangat erat dan tentunya akan ditingkatkan pada masa mendatang, guna bersama-sama memerangi aksi kejahatan.

Biro Investigasi Kriminal (CIB) menyampaikan, hubungan kedua belah pihak sempat terdampak oleh peristiwa penularan COVID-19. Meski demikian, mekanisme untuk memerangi aksi kejahatan tetap berlangsung dengan normal, terutama saat hendak menangani kasus yang berkaitan keselamatan orang banyak.

Pertukaran memerangi aksi kejahatan atau memulangkan pelaku kejahatan yang terjalin antar selat, senantiasa berjalan di atas prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan. CIB melanjutkan, kedua lintas selat memiliki beberapa kesamaan, yang tatkala dipilih oleh pelaku kejahatan sebagai tujuan untuk melarikan diri, misal kondisi geografis dan Bahasa yang dipergunakan.

Guna memerangi aksi kriminal/kejahatan, meliputi perdagangan narkoba, penipuan, senjata ilegal, maka kedua belah pihak akan terus menggelar hubungan kerja sama yang erat.

Komentar

Terbarumore