(Taiwan, ROC) --- Hari ini, Taiwan memperingati Hari Perdamaian Nasional yang jatuh setiap tanggal 28 Februari. Salah satu fokus yang didorong pemerintah saat ini adalah menghapus Balai Peringatan Chiang Kai-shek, guna mempromosikan keadilan transformasional.
Saat ditemui hari ini (28/2), Menteri Kebudayaan, Shih Che (史哲) menyampaikan, wacana transformasi Balai Peringatan Chiang Kai-shek sudah didengungkan sedari dahulu. Namun, belum ada kemajuan signifikan perihal wacana bersangkutan.
Shih Che secara gamblang menuturkan, untuk merealisasikan wacana tersebut dibutuhkan modal yang cukup banyak, mengingat ini adalah proyek besar dengan metode konstruksi yang sulit.
Shih Che menyebutkan, saat masih berusia sangat dini, ia pernah berkunjung ke Balai Peringatan Chiang Kai-shek. Di kala tersebut, terpampang pajangan yang berisikan fungsi trigonometri yang ditulis langsung oleh Chiang Kai-shek.
“Ini semua terlihat ada maksud untuk mendewakan sosok seseorang,” lanjut Shih Che.
Meski pajangan tersebut sudah lama disingkirkan, tetapi Shih Che masih mengingatnya dengan sangat jelas.
Shih Che mengatakan, “Ini bukan karena saya memiliki ingatan yang baik. Di masa tersebut, ribuan siswa Sekolah Dasar dibawa ke Balai Peringatan Chiang Kai-shek untuk menyaksikan bagaimana menciptakan sosok manusia hebat melalui sistem kekuasaan otoriter yang dimilikinya. Ini sebenarnya tidak normal terjadi di lingkungan masyarakat yang demokratis, bebas dan terbuka.”
Shih Che kemudian menekankan, saat ini fungsi Balai Peringatan Chiang Kai-shek telah berubah. Banyak warga datang ke tempat ini untuk bersantai, bahkan turis menjadikan Balai Peringatan Chiang Kai-shek sebagai tujuan wisata mereka.
Shih Che melanjutkan, perlu bagi masyarakat luas untuk menggunakan metode pemikiran baru, sebelum memutuskan menghapus Balai Peringatan Chiang Kai-shek.
Shih Che mengatakan, “Kita seharusnya merenungkan, mengapa hal ini bisa berubah? Dengan kata lain, kita harus benar-benar mempertimbangkan metode apa yang akan digunakan untuk mencapai keadilan transformasional. Saya rasa ini adalah proses yang berkelanjutan. Perihal metode dan teknik yang harus digunakan, saya rasa ini harus berkembang sesuai dengan pemikiran masyarakat sekarang.”
Shih Che menuturkan, Balai Peringatan Chiang Kai-shek beserta kompleks di sekitarnya adalah fitur sempurna yang dibangun di bawah kekuasaaan otoriter. Patung perunggu yang berdiri menghadap National Theater Concert Hall juga melambangkan makna lebih dari sekedar pencitraan politik belaka.