(Taiwan, ROC) Wakil Menlu AS Wendy Sherman pada hari ini menyampaikan, jika Laut Taiwan terjadi konflik maka tidak hanya memengaruhi keamanan Asia, tetapi juga akan berdampak pada keamanan ekonomi dunia, salah satu contoh nyata adalah perang Rusia-Ukraina. Ia mengimbau agar setiap negara berupaya menghalangi pemimpin RRT Xi Jing-ping, memberitahunya menginvasi Taiwan bukan tindakan yang baik.
Balon udara pengintai RRT mempertinggi ketegangan AS-RRT, Wendy Sherman pada hari ini mendapat undangan hadir pada kegiatan Brookings Institution, melakukan dialog mengenai kebijakan pemerintahan Joe Biden terhadap RRT, dan merespons AS semestinya memberi perhatian atas kemungkinan terjadinya konflik Laut Taiwan.
Berkaitan dengan perang Rusia Ukraina, Wendy Sherman menyampaikan, suatu kawasan terjadi konflik akan berdampak pada negara lain di dunia, perang Rusia Ukraina memperburuk inflasi ekonomi dunia karena berdampak pada keamanan sumber energi dan pangan, “Apabila terjadi konflik Laut Taiwan maka juga akan demikian”. Wendy Sherman mengimbau setiap negara untuk menghadang RRT untuk tidak melakukan invasi Taiwan
Mengenai tekad Xi Jing-ping untk reunifikasi Taiwan, Wendy Sherman mengatakan, AS beranggapan dengan tegas bahwa tidak semestinya ada tindakan militer apapun secara sepihak, merusak stabilitas dan perdamaian Laut Taiwan, AS berupaya mendukung kekuatan pertahanan Taiwan, ini didasari dengan hukum hubungan Taiwan”, Three Joint Communiques dan Six Assurances.
Akan tetapi dia menekankan, kebijakan pemerintah AS tidak ada perubahan, tetap berpegang pada “Kebijakan Satu Tiongkok”. Ia juga menasihati RRT, jangan mengambil alasan atas kunjungan anggota parlemen AS ke Taiwan, untuk menerapkan tindakan militer.
Ia mengemukakan, perilaku RRT mendapat sorotan dunia. Tindakan pemerintah Beijing memprovokasi Laut Tiongkok Selatan, Laut Timur, mengintervensi HAM Hongkong, Xinjiang dan Tibet, menggunakan ekonomi untuk mengancam Taiwan, warga AS baru-baru ini juga menyaksikan, balon udara pengintai RRT masuk ke territorial udara AS, melanggar kedaulatan AS dan hukum internasional, bahkan tidak hanya di AS, banyak negara lain menjadi korban.
Ia menekankan, AS selamanya berpegang pada keyakinan yang teguh, menanggapi tantangan RRT, serta selamanya akan berpegang pada konsep dan hak perlindungan diri, mempromosikan nilai universal HAM, bersama menjaga tatanan internasional.